SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X IPS 4 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK DI SMA NEGERI 2 MALANG

SUCI ROMADANI

Abstrak


ABSTRAK

Romadani, Suci. 2016. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X IPS 4 dengan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si, (II) Dr. Budi Handoyo, M.Si.

Kata Kunci: berpikir kreatif, investigasi kelompok

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang merupakan salah satu tujuan dari pendidikan nasional. Semua mata pelajaran harus mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, termasuk geografi. Kenyataan di lapangan, pembelajaran geografi yang dilakukan di SMA Negeri 2 Malang, terutama kelas X IPS 4 masih belum mengoptimalkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Berbagai permasalahan pembelajaran geografi masih dijumpai di kelas tersebut, mulai dari rendahnya ketuntasan belajar siswa, hingga penerapan model pembelajaran yang kurang variatif.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X IPS 4 dengan model pembelajaran Investigasi Kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Kegiatan analisis data dilakukan dengan analisis data deskriptif kuantitatif dari hasil kemampuan berpikir kreatif siswa yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X IPS 4 di SMA Negeri 2 Malang. Model pembelajaran investigasi kelompok juga dapat menambah wawasan siswa melalui kegiatan investigasi di luar kelas. Penerapan model pembelajaran Investigasi Kelompok disarankan tidak terjadi kesalahan sintak atau tahapan pembelajaran serta semua siswa dapat terlibat dalam proses investigasi di lapangan.