SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang

Nur Fadilah

Abstrak


ABSTRAK

 

Minat belajar siswa merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Banyak siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa. Selain itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir analitis, namun faktanya kemampuan berpikir analitis pelajar Indonesia masih lemah.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 15 September 2014 di kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang diketahui bahwa pembelajaran Geografi masih menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab pada akhir pembelajaran. Pada saat pembelajaran, dari total 31 siswa terdapat 5 siswa yang terlihat mengantuk, 4 siswa mengobrol dengan temannya, 4 siswa terlihat melamun, serta 2 siswa bermain HP. Hanya ada 16 siswa yang tampak memperhatikan penjelasan guru dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Pada sesi tanya jawab di akhir pembelajaran, siswa cenderung asal menjawab pertanyaan guru dengan mengemukakan pendapat yang terlintas di benaknya tanpa dianalisis terlebih dahulu. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana tahapannya yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yakni kelas XI IPS MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang tahun ajaran 2014-2015 dengan jumlah 31 siswi. Instrumen penelitian ini menggunakan angket minat belajar yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah tindakan serta soal tes kemampuan berpikir analitis yang diberikan kepada siswa disetiap selesainya siklus. Analisis penelitian menggunakan perbandingan rata-rata nilai minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dan kemampuan berpikir analitis siswa meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning. Peningkatan minat belajar siswa dapat dilihat dari rata-rata skor sebelum tindakan sebesar 62,04 dan setelah tindakan sebesar 81,13. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan minat belajar siswa sebesar 30,77%. Sedangkan peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa dapat dilihat dari rata-rata nilai setelah tindakan siklus I sebesar 65,81 dan setelah tindakan siklus II sebesar 85,48. Hal tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir analitis sebesar 29,89%.