SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Becak Wisata Tradisional di Daerah Wisata Makam Bung Karno Kota Blitar

Weni Herawan

Abstrak


ABSTRAK

Herawan, Weni. Becak Wisata Tradisional di Daerah Wisata Makam Bung Karno Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto, S.H, M.Pd (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd

Kata kunci: Becak, Wisata, Makam Bung Karno, Blitar.

 

Becak wisata merupakan alat transportasi utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata makam Bung Karno. Becak wisata menjadi salah satu sarana transportasi andalan serta menjadi ciri khas daerah wisata Kota Blitar. Becak masih menjadi salah satu transportasi yang sangat digemari warga Kota Blitar karena kota tersebut tidak memiliki alat transportasi umum lain seperti angkutan kota. Keberadaan pengayuh becak wisata selain menjadi ciri khas dari wisata Kota Blitar, juga sangat membantu para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata Kota Blitar. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian tentang ”Becak Wisata Tradisional di Daerah Wisata Makam Bung Karno Kota Blitar” untuk menjelaskan fenomena tersebut lebih lanjut.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan becak wisata di daerah wisata Makam Bung Karno secara mendalam, yang meliputi status pekerjaan pengayuh becak, waktu dan jadwal kerja, model pembagian penumpang, rute wisata, sistem pendapatan, dan kesejahteraan para pengayuh becak.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, Data yang telah terkumpul dari lapangan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif tanpa menggunakan teknik kuantitatif.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh enam simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, status pekerjaan pengayuh becak didapat dengan melakukan pendaftaran, becak merupakan kendaraan milik pribadi pengayuh becak, dan kartu tanda anggota dimiliki tiap-tiap pengayuh becak. Kedua, waktu dan jadwal kerja paguyuban pengayuh becak bebas, tidak terdapat batasan waktu atau jadwal kerja khusus. Ketiga, model pembagian penumpang menggunakan sistem antri, sistem ini dianggap paling sesuai karena dapat mengurangi perselisihan. Keempat, rute wisata disediakan untuk mempermudah wisatawan dalam memilih paket kunjungan, terdapat tiga paket rute wisata yang dapat disesuaikan. Kelima, tidak terdapat sistem setoran dalam sistem pendapatan, seluruh pendapatan menjadi hak pribadi pengayuh becak. Keenam, kesejahteraan para pengayuh becak wisata berada pada tingkat keluarga sejahtera tahap II.

 

 

ABSTRACT

Herawan, Weni. Traditional Pedicab for Tourist on Bung Karno Mausoleum Blitar City. Counselors: (I) Drs. Soetjipto, S.H, M.Pd (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd

 

Keywords: Pedicab, Tourism, Bung Karno Mausoleum, Blitar.

 

Pedicabs are the most reliable transportation mode for tourists on that area, it has even became the characteristic of that particular area on Blitar city. Pedicabs are still regarded as one of the most favorited transportation modes by people of Blitar city because of the lack of mass public transportation system (e.g. angkutan kota, city bus) on that city. Other than being a characteristic of tourism in Blitar city, pedicabs are also helpful for tourists. Therefore, a research entitled ”Traditional Pedicabs for Tourist on Bung Karno Mausoleum Tourism Area on Blitar City” should be done to uncover the phenomenon.

The aim of this research is to describe traditional pedicabs for tourist on Bung Karno Mausoleum tourism area in depth, including the pedicab drivers’ work status, working time and schedule, passenger distribution method, tourism route, system of income, and their life prosperity.

This research is based on qualitative description method, complemented with quantitative data. The data collection is done with interview and observation techniques. In order to keep the validity of data, the data triangulation is performed. The analysis of data in this research is qualitatively described. The collected data are then analyzed by qualitatively describing them without using quantitative technique.

Based on the result of the data analysis, there are six conclusions of this research. First, the pedicab drivers’ work status is received after registration, the pedicabs are owned personally, and each had their own identity card. Second, the working time and schedule of the association are free, no time limitation or special working schedule. Third, the passenger distribution system is using queue method because it is proven effective to minimize conflict. Fourth, the tourism route is provided so that the tourists can choose their tourism package easily, there are three such packages that can be personalized. Fifth, there is no rental fee system, the drivers reserve the right to keep all their earnings. Sixth, the majority of pedicab drivers’ prosperity is on the second level (keluarga sejahtera tahap II).