SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi, Perhatian Orang Tua, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Sekolah Terhadap Anak Putus Sekolah Pada Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat

Rodi Artono

Abstrak


ABSTRAK

Artono, Rodi. 2008. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi, Perhatian Orang Tua, Dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Sekolah Terhadap Anak Putus Sekolah Pada Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd., (II) Drs. Marhadi Slamet Kistianto, M.Si.

 

Kata kunci:  anak putus sekolah, sosial ekonomi. 

 

Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, di mana pendidikan merupakan proses pendewasaan diri seseorang untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  kepribadian ,  kecerdasan , pengendalian diri, akhlak mulia, serta  keterampilan  yang diperlukan dirinya dalam ber masyarakat . Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan yaitu dengan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di mana pada program tersebut mentargetkan 95% anak usia sekolah harus menempuh pendidikan sampai jenjang SMP, akan tetapi pada kenyataan di lapangan khususnya pada daerah penelitian terdapat fakta lebih dari 60% anak usia sekolah mengalami putus sekolah pada jenjang Sekolah Dasar. Pada Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Barat memiliki angka anak putus sekolah pada Sekolah Dasar yang lebih tinggi dalam satu kecamatan dibandingkan dengan desa-desa yang lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (2) Hubungan perhatian orang tua terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (3) Hubungan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, (4) Pengaruh kondisi sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar,  (5) Dari ketiga faktor di atas, manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar. Penelitian ini berbentuk penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel daerah menggunakan teknik purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil orang atau obyek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik  random sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang. Jumlah sampel yang diambil 52 responden. Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kepala keluarga (KK). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi ganda untuk menguji hipotesis dan untuk mengetahui sumbangan efektif masing-masing variabel bebas.

Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regeresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,355 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orang tua dengan anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regersi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 3,286 > ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,002, (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien regresi t yaitu thitung 2,419 > nilai ttabel 2,0106 dengan probabilitas 0,019, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara keadaan sosial ekonomi, perhatian orang tua, dan  jarak tempat tinggal dengan sekolah terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda dengan uji F diperoleh nilai Fhitung 31,179 > nilai Ftabel 2,80 dengan probabilitas 0,000, (5) Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap anak putus sekolah pada Sekolah Dasar adalah kondisi sosial ekonomi, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis regresi ganda diperoleh nilai koefisien beta sebesar 40,3%.

Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat disarankan (1) Usaha meningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, (2) Meningkatkan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan, (3) Meningkatkan keterjangkauan dengan perbaikan sarana dan prasarana penunjang berlangsungnya pendidikan. Bagi penelili lebih lanjut disarankan perlu penelitian lebih lanjut mengenai peningkatan kesejahtraan sosial ekonomi, guna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dimasa depan.


Teks Penuh: DOC PDF