SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Permukiman Sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan Malang

Siti Mufidatul Indah

Abstrak


ABSTRAK

 

Indah, Siti Mufidatul. 2007. Karakteristik Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Permukiman Sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi. FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Sumarmi, M.Pd. Pembimbing (II) Drs Timotius Suwarna, M.Pd.

 

Kata Kunci: ruang terbuka hijau, kawasan permukiman, kawasan sempadan sungai.

 

Masalah keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang semakin menurun, banyak terjadi di kawasan perkotaan yang ada di Jawa Timur. Menurunnya keberadaan Ruang Terbuka Hijau tersebut ditandai dengan adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun. Kondisi yang seperti ini juga terjadi di Kota Malang. Ruang Terbuka Hijau yang menurun di Kota Malang tampak pada adanya alih fungsi lahan  di luar Stadion Gajayana, dibangunnya Malang Twon Square di Jalan Veteran, dibangunnya fasilitas olahraga (lapangan basket) di dalam Lapangan Rampal, dan sebagainya. Selain itu juga terjadi pembangunan yang menyalahi aturan di  kawasan permukiman sempadan Sungai Brantas Kota Malang, salah satunya adalah di Kelurahan Jodipan. Pembangunan permukiman tersebut menyebabkan keberadaan Ruang Terbuka Hijau semakin berkurang, baik di sekitar permukiman maupun di sempadan sungai. Kondisi ini nantinya akan memberikan dampak negatif  yakni kualitas permukiman yang buruk dan terjadinya longsor di sempadan sungai.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui karakteristik Ruang Terbuka Hijau di sekitar permukiman sempadan sungai; (2) untuk mengetahui karakteristik Ruang Terbuka Hijau di sempadan sungai. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian survei. Sumber datanya adalah responden dan catatan lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kawasan dan seluruh KK yang berada sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan. Sampel penelitian berjumlah 50 KK berdasarkan asumsi populasi lebih dari 100, maka sampel yang diambil adalah 10-15% atau 20-25%.. Pengambilan sampel responden dengan  tehnik proportional random sampling. Pengambilan sampel area dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan rumus persentase.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Karakteristik ruang terbuka hijau di sekitar permukiman sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan Malang adalah kurang baik. Hal ini dapat dilihat pada masyarakat yang ada di Sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan 90% tidak memiliki taman rumah dan hanya 10% yang memiliki taman rumah, mayoritas tidak terdapat  jarak antara pondasi bangunan terluar dengan pagar yang mana idealnya adalah minimal 2 meter; sebagian besar masyarakat tidak memiliki pohon di sekitar rumah yang mana seharusnya minimal 1 pohon, dan sebagian besar masyarakat memiliki struktur tanaman yang kurang baik. Struktur tanaman yang baik terdiri dari pohon, semak, perdu, tanaman penutup/rumput, dan pot . Meskipun masyarakat memiliki struktur tanaman yang buruk (tanaman pada pot), akan tetapi masyarakat masih merawatnya dengan baik. Hal ini tampak pada keseringan menyiram tanaman  dan masyarakat juga masih bersedia memotong tanaman; (2) Karakteristik ruang terbuka hijau di sempadan Sungai Brantas Kelurahan Jodipan Malang adalah kurang baik. Hal ini dapat dilihat pada jarak sempadan sungai yang telah habis dipergunakan untuk bangunan, persebaran tanaman yang tidak merata di setiap kawasan sempadan sungai (mayoritas tidak terdapat tanaman pada sempadan sungai). Idealnya semakin banyak tanaman maka kondisi RTH akan semakin baik, jenis tanaman yang ada di sempadan sangat sedikit (alang-alang, semak, dan rumput), jumlah pohon yang ada di sempadan sungai sedikit yang mana semakin banyak pohon maka kondisi RTH akan semakin baik, dan tingkat keterawatan yang rendah (hilangnya tanaman yang ada di sempadan sungai dan meningkatnya kawasan terbangun). Berdasarkan kondisi tersebut maka peneliti memberi saran sebagai berikut: (1) mengingat keterbatasan lahan yang ada di permukiman, untuk masyarakat yang masih memiliki sisa lahan, maka perlu untuk menanam tanaman dengan berbagai jenis tanaman/pohon agar dapat menyerap polutan, menyerap air tanah, penghasil oksigen, memberikan keteduhan, dan sebagainya; (2) untuk permukiman penduduk yang lahannya terbatas (tidak mencukupi) maka perlu menanam tanaman dalam pot di sekitar permukiman tersebut agar dapat memberikan kesegaran, keindahan, dan menyerap polutan (3) perlunya untuk menanam pohon di sepanjang sempadan yang masih tersisa. Hal ini untuk menjaga rumah penduduk yang jaraknya rapat dengan sungai dari dampak negatif seperti tanah longsor.

 

 

 


Teks Penuh: DOC PDF