SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Jarak Sumur dari Pantai Terhadap Salinitas Air Sumur Penduduk di Wilayah Pesisir Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep

Maria Sofiana

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Sofiana, Maria. 2007. Pengaruh Jarak Sumur dari Pantai Terhadap Salinitas Air Sumur Penduduk di Wilayah Pesisir Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Rudi Hartono, M.Si. (2) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.

 

 

Kata kunci: akifer, jarak sumur dari pantai, salinitas air sumur

 

 

Wilayah pesisir merupakan kawasan yang sangat strategis dan berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat karena memiliki berbagai keunggulan fisiografis. Kecamatan Gayam merupakan wilayah pesisir dengan perkembangan wilayah khususnya di bidang permukiman berkembang sangat pesat. Perkembangan permukiman dengan segala fasilitasnya mengakibatkan jumlah kebutuhan akan air tanah semakin meningkat. Apabila hal tersebut terjadi dapat menyebabkan penurunan muka air tanah (drawdown) yang mengakibatkan air asin masuk ke dalam akifer di daratan, sehingga air sumur penduduk terasa payau atau terasa asin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas pada tiap-tiap titik sampel, mengetahui pengaruh jarak sumur dari pantai terhadap kadar salinitas, serta mengetahui arah aliran air tanah berdasarkan kontur air tanah di Kecamatan Gayam. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampelnya dilakukan secara sistematik (systematic sampling) dengan cara membuat sistem grid yang dimodifikasi. Sampel yang diambil sebanyak 35 sumur pada tiap-tiap desa di Kecamatan Gayam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar garam air sumur pada tiap-tiap titik sampel terjadi tidak merata di Kecamatan Gayam dan dibagi menjadi dua zona air tanah, yaitu: (1) zona air tanah tawar dengan nilai salinitas antara 0,00%-0,04% dan DHL sebesar 0,370 mS/cm - 0,970 mS/cm, sehingga termasuk dalam kategori tingkat salinitas rendah, (2) zona air tanah payau dengan nilai salinitas 0,09%-0,55% dan DHL sebesar 3,000 mS/cm - 10,00 mS/cm dan termasuk dalam kategori tingkat salinitas sedang. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa rhitung > rtabel dengan rhitung = -0,597 dan rtabel = 0,430. Ini menunjukkan bahwa variasi jarak mempunyai korelasi yang rendah atau berkorelasi sempurna negatif terhadap kadar salinitas di Kecamatan Gayam atau sebesar 36% variasi salinitas dipengaruhi oleh variabel jarak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (kondisi fisik). Berdasarkan peta kontur air tanah Kecamatan Gayam dapat diketahui bahwa arah aliran air tanah di wilayah tersebut yaitu menyebar menuju pantai.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar penanganan dan pencegahan intrusi air laut perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, hal ini agar intrusi air laut tidak terus berkembang ke arah yang lebih buruk.

 


Teks Penuh: DOC PDF