SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2015

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Agihan Erodibilitas Tanah Pada Penggunaan Lahan Tegalan dan Perkebunan di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso

DHIMAS BAGUS VIRGIAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Virgiawan, Dhimas Bagus. 2015. Agihan Erodibilitas Tanah Pada Penggunaan Lahan Tegalan dan Perkebunan di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Juarti, M.P, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

 

Kata kunci: agihan, erodibilitas tanah, tegalan, perkebunan

 

Kerusakan lingkungan akibat kegiatan manusia terus terjadi peningkatan. Permasalahan dalam mengelola lahan yang sering terjadi adalah erosi yang tidak terkendali pada lahan tegalan dan perkebunan. Erosi dapat menyebabkan kerusakan tanah, menurunnya produktifitas tanah, dan lahan kritis. Salah satu faktor yang mempengaruhi erosi adalah  erodibilitas tanah. Erodibilitas tanah dipengaruhi oleh tekstur, struktur, permeabilitas, dan bahan organik. Kecamatan Sumberwringin merupakan kawasan sentra kawasan agropolitan sehingga mayoritas mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan. Permasalahan yang sedang terjadi saat ini adalah lahan kritis akibat erosi tidak terkendali yang terus terjadi sejak tahun 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah menghimbau agar melindungi fungsi tanah agar dalam pengelolaannya tidak menyalahi kaidah konservasi.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tanah dan  mengetahui agihan erodibilitas tanah pada penggunaan lahan tegalan dan perkebunan di Kecamatan Sumberwringin. Penelitian ini menggunakan metode survey. Subyek penelitian adalah  lahan tegalan dan perkebunan  di wilayah Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Objek penelitian berdasarkan overlay berupa peta unit lahan dan ditentukan secara purposive sampling. Sampel berupa contoh tanah tidak terusik untuk analisis permeabilitas tanah dan contoh tanah terusik untuk analisis: tekstur, struktur, dan bahan organik. Hasil analisis laboratorium dihitung menggunakan rumus erodibilitas dan diklasifikasikan berdasarkan kelas erodibilitas di Indonesia oleh Utomo (1985).

Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas tekstur tanah pada penggunaan lahan tegalan dan perkebunan adalah: lempung dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lahan sama yaitu granular sedang-kasar. Kriteria permeabilitas pada lahan tegalan dan perkebunan adalah: cepat dan sedang-cepat. Kriteria kandungan bahan organik pada kedua lahan sama yaitu sedang. Nilai erodibilitas untuk lahan tegalan sebesar 0,29 (agak tinggi) dan perkebunan sebesar 0,34 (tinggi). Kriteria agak tinggi tersebar di desa: Tegaljati, Sukosari Kidul, dan Sumbergading. Kriteria tinggi tersebar di desa: Tegaljati, Sumberwringin, Sumbergading, Rejoagung, dan Sukorejo.

Upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi tingginya erodibilitas tanah yaitu: mengintensifkan penggunaan pupuk organik, penanaman vegetasi penutup tanah, sosialisasi tentang karakteristik fisik tanah dan erodibilitas tanah, serta perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap nilai erosi.