SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN KELUARGA BERENCANA PADA MASYARAKAT LINGKUNGANPONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM DI DESA TAMBAKREJO KABUPATEN JOMBANG

Haryanti Endah Pratiwi

Abstrak


PELAKSANAAN KELUARGA BERENCANA PADA MASYARAKAT LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM

DI DESA TAMBAKREJO KABUPATEN JOMBANG

By: Haryanti Endah Pratiwi

Universitas Negeri Malang

Email:haryanti.e.pratiwi@gmail.com

 

ABSTRACK: The growth of residents which is continuous lately becomes an undeniable problem, one of them is KB. This research is aimed to know the implementation of KB on society living surround Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakrejo village, because there is dahlil in Family Planning. The research is descriptive quantitative research with 70 respondents. This research finally leads to a result that average of the PUS (fertile-aged couple) is 37,2 years old, average number of children of a family is 3 children, participation of the society to KB is 82,86 percent, the most used kind of contraseption is by injection and KB Mandiri that has reached 94,29%.

 

Keywords: Family Planning, Contraseption Tools, Boarding School

 

Perkembangan penduduk yang cepat merupakan permasalahan penduduk yang sedang terjadi pada abad-abad terakhir.Perkembangan penduduk yang pada mulanya berjalan lambat, kini mengalami pertambahan yang begitu cepat.Perkembangan penduduk yang terjadi di Indonesia juga terjadi pada perkembangan penduduk di Kabupaten Jombang. Berdasarkan hasil sensus penduduk, Kabupaten Jombang pada tahun 2010  sebesar 1.201.557 jiwa dengan Kecamatan terpadat ialah Kecamatan Jombang dengan penduduk sebanyak 3.766 jiwa/Km2.  Kecamatan dengan penduduk  paling tinggi adalah Kecamatan Jombang, Kecamatan Diwek dan Kecamatan Mojowarno.

Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun yang mengalami peningkatan yang signifikan menjadikan masalah ini sulit untuk dihindari.Hal ini, mengakibatkan banyak upaya dan kebijakan dilakukan untuk mengurangi peningkatan jumlah penduduk.Menentukan kebijakan terdapat banyak hal yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia.Salah satunya dengan Keluarga Berencana (KB).

KB adalah upaya peningkatan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia (UU No. 10/1902).Guna mewujudkan keluarga kecil yang bahagia tergantung dari pelaksanaan KB. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan KB dianggap sangat penting bagi pembangunan Indonesia karena dapat mengurangi penurunan angka kematian ibu dan anak, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, peningkatan kesejahteraan keluarga sampai dengan pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintah berjalan lancar. Pelaksanaan KB dapat memberikan pengaruh yang positif dalam mengurangi tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Keadaan geografi sangat berkaitan dengan fisik, sosial dan lingkungannya.Hubungan manusia dengan lingkungannya sangat mempengaruhi keadaan sosial suatu wilayah salah satunya pelaksanaan KB. Menurut Sekcam Kabupaten Jombang mengatakan bahwa pada masyarakat lingkungan Pondok Pesantren,  pelaksanaan KB sebenarnya sudah dikatakan baik namun tidak sesuai dengan keadaannya. Lingkungan yang sebagian besar merupakan lingkungan pondok pesantren menyebabkan masyarakat memiliki pandangan yang berbeda yaitu masih mengikuti dahlil-dahlil tentang alat kontrasepsi.Hal ini menyebabkan penggunaan alat kontrasepsi bukan untuk mencegah kelahiran namun untuk mengatur tahun kelahiran.

Pertambahan jumlah penduduk yang semakin banyak juga dikarenakan jumlah fasilitas kesehatan yang sudah banyak terdapat  di Desa Tambakrejo, menurut Kecamatan Jombang dalam angka tahun 2013 fasilitas kesehatan yang ada di Desa Tambakrejo  yaitu  puskesmas berjumlah satu unit, posyandu berjumlah tujuh  unit, dokter umum berjumlah dua  unit, dan bidan berjumlah satu  unit. Banyaknya fasilitas-fasilitas ini dikarenakan Desa Tambakrejo berada di Kecamatan Jombang yang wilayahnya dekat dengan Kota yang merupakan tempat adminitratif Kabupaten Jombang.Adanya fasilitas kesehatan  membantu adanya tingkat  keberhasilan KB.

Keberhasilan KB pada Kabupaten Jombang sudah mengalami peningkatan. Menurut BPS Kabupaten Jombang 2013 tingkat keberhasilan dari tahun 2013 yaitu sebesar 78,03 persen menjadi 80,33  persen.Suksesnya suatu program yaitu KB harus didukung oleh peran masyarakat sekitar. Adanya peran tokoh masyarakat juga sangat berpengaruh penting karena dianggap sebagai panutan terutama dalam mempengaruhi, memberikan contoh, dan menggerakan peran aktif masyarakat dilingkungan sekitar dalam mewujudkan berhasil tidaknya suatu  program, tidak terkecuali tokoh masyarakat yaitu Kyai atau ulama pada lingkungan Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang tersebar di Jawa Timur tidak terkecuali Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang. Pada Desa Tambakrejo, pondok pesantren sudah berada di tengah-tengah masyarakat. Hal ini mengakibatkan budaya yang berada di dalamnya juga sudah menyatu dengan masyarakat.Banyak pandangan yang dipengaruhi karena keberadaan pondok pesantren seperti budaya dalam berpakaian dan pandangan terhadap nilai anak.

Masyarakat lingkungan pondok pesantren di Desa Tambakrejo mempunyai pandangan bahwa anak adalah sebuah anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan dan setiap anak sudah memiliki rejekinya masing-masing.Pelaksanaan KB pada masyarakat di Desa Tambakrejo bertujuan untuk mengatur tahun kelahiran anak bukan untuk menghambat sebuah kelahiran anak.Adanya peran tokoh masyarakat yaitu Kyai atau Ulama dalam lingkungan masyarakat di Desa Tambakrejo juga mengakitbatkan adanya presepsi yang berbeda mengenai KB.Hal ini di karenakan terdapat dahlil-dahlil dalam Keluarga Berencana.

Pada pembelajaran geografi tingkat SMA terdapat KD pada kurikulum 2013  mengenai dinamika dan masalah kependudukan yang berbunyi  Menganalisis dinamika dan masalah kependudukan serta sumber daya manusia di Indonesia. Adanya Kompetensi Dasar (KD) pada mata pelajaran geografi membuat perlunya mengetahui masalah tentang kependudukan serta mengetahui solusi dan kebijakan-kebijakan dalam pencegahannya salah satunya dengan dilakukannya Keluarga Berencana (KB).

Penjelasan yang telah dijabarkan, maka peneliti memfokuskan pada pelaksanaan KB masyarakat lingkungan Pondok Pesantren dan alat kontrasepsi yang banyak digunakan. Pada umumnya terjadi pertambahan penduduk yang terjadi pada Kabupaten Jombang, terjadi juga pada Desa Tambakrejo yang didukung dengan perbedaan pandangan dan ketidaksesuaian keadaan di lapangan

Metode Penelitian

Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kuantitatif dan metode yang digunakan adalah survey. Survey yang dilakukan menggunakan instrument  wawancara dengan jenis pertanyaan tertutup. Penggambilan sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Iscac dan Michael, sehingga sampel yang didapat berjumlah 70 responden di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Jombang .Sampel yang didapat menggunakan teknik random sampling, Hal ini dikarenakan responden dianggap homogen.Data yang digunakan berupa primer berupa observasi, wawancara dan sekunder berupa dokumentasi untuk mengetahui jenis kontrasepsi, jenis program KB, rata-rata fertilitas dan pandangan terhadap nilai anak.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

A. Hasil Penelitian

1. Usia

Komposisi penduduk berdasarkan umur merupakan salah astu aspek yang penting khususnya dalam analisis kependudukan dan umumnya dalam perencanaan pembangunan.Mengetahui  setiap kelompok umur dapat memperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang (Budijanto, 2012:43). Berdasarkan data tabel Jumlah dan Persentase PUS yang  ada, dapat diketahui bahwa rata-rata umur PUS adalah 37,2  tahun. Berdasarkan umur reproduksi wanita yaitu 15-49 tahun.Hal ini menyatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk memiliki anak kembali, sehingga diperlukan KB untuk mencegah atau mengatur kelahiran.   

2. Jumlah Anak dalam Keluarga

Jumlah anak dalam sebuah keluarga merupakan jumlah anak yang dimiliki oleh sepasang suami istri dalam satu keluarga.Jumlah anak dalam sebuah keluarga digunakan untuk mengetahui berapa rata-rata jumlah anak lahir hidup dalam mengetahui tingkat fertilitas. Berdasarkan data tabel diatas diketahui bahwa jumlah anak dalam keluarga yang paling banyak memiliki tiga anak dengan persentase 32,86 persen. Rata-rata anak yang dimiliki dalam kuluarga pada masyarakat di Desa Tambakrejo adalah tiga anak.

3. Nilai Anak dalam Pandangan Keluarga

Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga mempunyai nilai atau makna tertentu.Pandangan orang tua terhadap anak besar sekali dalam penentuan keputusan untuk menentukan jumlah anak yang dimiliki.Pandangan seorang anak dalam setiap keluarga berbeda-beda namun pada penelitian kali ini pandangan anak dibedakan menjadikan dua yaitu pandangan anak sebagai investasi dan sebagai beban.Pada penelitian ini nilai anak dalam keluarga adalah presepsi yang dimiliki oleh orang tua terhadap kehadiran anak yang dilahirkan. Berdasarkan data diperoleh  diketahui bahwa tidak ada dalam keluarga yang berpresepsi bahwa anak adalah sebagai beban sebaliknya berpresepsi anak sebagai sebuah investasi.  

4. Keikutsertaan KB

Keikutsertaan KB merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat fertilitas pada daerah sekitar. Keikutsertaan KB disini maksudnya keikutsertaan suami istri  mengikuti KB yang memakai alat kontrasepsi. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa jumlah Pasangan Usia Subur yang mengikuti KB sebesar 82,86 persen sedangkan yang tidak mengikuti KB sebesar 17,14 persen. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat sekitar lingkungan pondok pesantren sudah menerima adanya alat KB.

                      Pasangan Peserta KB aktif

    Keberhasilan KB  =                                           x 100 persen

                                Jumlah Pasangan Usia Subur                  

    Keberhasilan KB  =    58      x 100 persen

        70                     

    Keberhasilan KB  =     82,86 persen

Berdasarkan rumus diatas diketahui bahwa tingkat keberhasilan KB pada masyarakat sekitar Pondok Pesantren sebesar 82,86 persen. Hal ini berarti tingkat keberhasilan pelaksanaan KB pada daerah pondok Pesantren sudah cukup tinggi.

5. Jenis Kontrasepsi

Jenis kontrasepsi merupakan salah satu faktor  yang juga  mempengaruhi berhasil atau tidaknya dalam penundaan kehamilan.Berdasarkan data yang diperoleh bahwa masyarakat sekitar pondok pesantren Bahrul Ulum banyak yang menggunakan jenis KB suntik sebesar 40 persen. Hal ini dikarenakan alat kontrasepsi suntik efektif dalam pencegahannya dan masyarakat menggunakan KB bukan digunakan untuk mencegah kehamilan  namun untuk menunda atau mengatur jarak umur kelahiran.

6. Program KB

Program KB merupakan program yang diikuti oleh peserta KB yaitu pemerintah maupun swasta. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar program yang diikuti oleh masyarakat sekitar  Pondok Pesantren Bahrul Ulum adalah program KB  mandiri yaitu sebesar 94,29 persen.

 

B. Pembahasan

1. Pelaksanaan KB Pada Masyarakat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakrejo Kabupaten Jombang.

Pelaksanaan KB pada masyarakat pondok pesantren berdasarkan hasil penelitian dilihat dari segi geografis, Pada pelaksanaan KB mengetahui letak luas dan batas wilayah berguna dalam mengetahui kawasan yang menjadi sasaran untuk diadakannya penyuluhan.  Secara geografis letak Desa Tambakrejo termasuk kawasan yang berada di dekat wilayah Kabupaten Jombang, sehingga dalam memonitori suatu program pemerintah khususnya KB tidak akan sesulit dengan yang berada jauh dari Kabupaten Jombang.

Keberhasilan pelaksanaan KB pada masyarakat lingkungan  pondok pesantren tidak lepas dengan adanya peran tokoh masyarakat, para ulama dan keluarga ulama  dalam ikut berpartisipasi, menggerakkan dan memberikan motivasi dalam mensukseskan program KB. Pada salah satu cabang pondok pesantren Bahrul ulum terdapat posyandu yang berkerjasama dengan pondok pesantren.Hal ini membuktikan bahwa pondok pesantren juga ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program KB dalam lingkungan Pondok Pesantren. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nining;2012), bahwa Keluarga pesantren Bahrul Ulum juga berpandangan bahwa mengikuti program KB adalah tidak masalah dalam artian hukum  islam memperbolehkan karena program KB membawa kemaslahatan bagi keluarga.

Pemanfaatan keadaan geografis juga dapat dilihat dari segi usia PUS yang mengikuti program KB. Secara umum, usia produktif wanita usia subur (WUS) yaitu 15-49 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata usia PUS di Desa Tambakrejo  yaitu 37,2 tahun. Keadaan ini sangat mempengaruhi tingkat reproduksi dan kesehatan anak serta ibu apabila terus melahirkan.Sehingga sangat diperlukannya memakai alat kontrasepsi untuk pengaturan reproduksinya. Hal ini sejalan dengan penelitian (Dwi:2009) yang mengatakan bahwa Keluarga  Berencana  adalah  solusi  untuk  menjaga  jarak angka  kelahiran  agar  tidak  terjadi  jumlah  peledakan  penduduk,  juga  untuk menjaga  kesehatan  anak  dan  ibu.

Jumlah anak dalam setiap keluargga memiliki perbedaan. Perbedaan ini tergantung dari usia dan pandangan nilai anak dari setiap keluarga. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata jumlah anak dalam keluarga  Desa Tambakrejo adalah tiga anak. Keadaan ini menunjukan bahwa masyarakat Desa Tambakrejo masih banyak yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah mengenai KB. Hal ini sesuai dengan semboyan BKKBN yang mengatakan ”dua anak lebih baik” (Yetti&Martni:2011).

Nilai anak dalam pandangan sebuah keluarga selalu berbeda.Perbedaan ini membuat dalam setiap keluarga memiliki jumlah anak yang berbeda pula.Berdasarkan penelitian, masyarakat pada Lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Desa Tambakrejo memiliki anak adalah sebuah anugrah yang telah diberikan oleh Tuhan.Namun dalam setiap keluarga memiliki pandangan berbeda mengenai jumlah anak yang yang ideal dalam sebuah keluarga.Keadaan ini mempengaruhi jumlah anak yang dimiki.Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Masyita Ahmad pada tahun 2014 dengan judul penelitian Evaluasi Keberhasilan KB Di Perumahan Hartaco Jaya.Persepsi orang tua terhadap nilai anak berpengaruh terhadap jumlah anak yang  diinginkan (demand for children). Ketika anak dipersepsikan memiliki  kegunaan  dan manfaat  yang  besar maka  orang  tua menginginkan  jumlah anak yang lebih banyak.Sementara itu, ketika orang tua berpersepsi bahwa biaya atau beban  karena memiliki  anak  lebih  besar, maka  orang  tua menginginkan  anak  yang lebih  sedikit.

Upaya menekan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kepedulian dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunyanya  KB dengan menggunakan alat kontrasepsi. Sesuai dengan aliran Neo Malthusian (Garreth Hardin dan Paul Ehrlich) kelompok  ini menganjurkan  untuk mengurangi  jumlah penduduk  dengan menggunakan  cara-cara  “Preventif Check”  yaitu menggunakan alat kontrasepsi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pelaksanaan KB pada masyarakat sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambarejo Kabupaten Jombang sudah berjalan dengan baik dan KB secara perlahan sudah diterima oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan Persentase yang menunjukan bahwa tingkat keberhasilan pelaksanaan KB sebesar  82.86 persen. Artinya semakin mendekati angka 100 persen semakin berhasil pula tingkat pelaksanaan KB pada masyarakat sekitar pondok pesantren Bahrul ulum.

2.  Jenis Kontrasepsi yang Banyak Digunakan oleh Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum

Pelaksanaan KB pada pada masyarakat lingkungan pondok pesantren Bahrul Ulum Desa Tambarejo Kabupaten Jombang termasuk memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi yaitu sebesar 82,86 persen. Berdasarkan penelitian usia terbanyak yang mengikuti KB yaitu 35-39 tahun, kemudian 30-34 tahun. Perbedaan usia ini menyebabkan pemilihan jenis kontrasepsi yang berbeda. Perbedaan ini dikarenakan usia PUS yang berbeda-beda dan jumlah anak yang diinginkan.

Pemilihan jenis kontrasepsi pada masyarakat lingkungan Pondok pesantren juga dikarenakan perbedaan pandangan terhadap jumlah anak yang dimiliki. Semakin bayak jumlah anak yang ingin dimiliki berarti pemilihan jenis alat kontrasepsipun  bersifat sementara dan sewaktu-waktu dapat dihentikan. Hal ini tergantung dari keinginan PUS yang telah disepakati bersama.

Terdapat banyak alat kontrasepsi yang ada meliputi; suntik, pil, AKDR, kondom, MOW, dan implant.Berdasarkan penelitian, masyarakat lingkungan Pondok pesantren Desa Tambakrejo paling banyak menggunakan jenis alat kontrasepsi suntik, kemudian penggunaan alat kontrasepsi Pil.Penggunaan jenis alat kontrasepsi suntik sebanyak 40 persen, sedangankan alat kontrasepsi pil sebanyak 23 persen.Alat kontasepsi suntik banyak digunakan dikarenakan alat kontasepsi suntik memiliki kerja yang efektif.Menurut salah satu responden yang menggunakan kontrasepsi ini karena pemakaiannya yang praktis, harganya relative murah dan aman. Hasil penelitian ini serupa dengan penelitian terdahulu oleh (Suparno:2004) dengan judul Pelaksanaan Program KB dan Imunisasi di Posyandu Desa Wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo dengan hasil jenis kontrasepsi suntik banyak diminati.

Penerimaan KB dan alat kontrasepsi pada masyarakat lingkungan pondok pesantren juga ditandai dengan peserta PUS yang sudah mengikuti program KB secara mandiri. Berdasarkan peneltian diperoleh PUS yang mengikuti KB mandiri sebesar 94,29 persen sedangkan PUS yang mengikuti program KB pemerintah sebesar 5,71 persen. Keikutsertaan KB mandiri oleh PUS berarti masyarakat Desa Tambakrejo sudah mempunyai kesadaran diri akan pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini di dukung dengan teori mengenai tujuan dari KB mandiri yaitu PUS menjadi peserta KB secara mandiri dapat meningkatkan kesadaran pengetahuan, peran dan tanggung jawab masyarakat untuk menjadi peserta KB yang mencerminkaan dalam sikap dan tingkah laku termasuk dalam menyediakan dan memenuhi kebutuhan pelayanan program KB, meningkatkan jaringan pelayanan KB yang bermutu dan mandiri dan terpenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan KB yang memenuhi pesyaratan dan memuaskan.

 

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka dapat diperoleh kesipulan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan KB pada masyarakat lingkungan pondok pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Jombang sudah berjalan dengan baik dengan tingkat keberhasilan KB sebanyak 58 jiwa. Rata-rata usia PUS yang menikuti KB yaitu 37,2 tahun.

2. Penerimaan KB dan alat kontrasepsi pada masyarakat sekitar pondok pesantren  Bahrul Ulum Desa Tambakrejo Kabupaten Jombang ditandai dengan PUS yang sudah mengikuti KB mandiri. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa jumlah PUS yang mengikuti KB mandiri sebesar  66 jiwa. Alat Kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah alat kontrasepsi jenis suntik sebesar 28 jiwa.

 

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diberikan saran sebagai berikut:

1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan refrensi/ masukan kepada bapak ibu guru untuk mengajarkan kurikulum 2013. Hal ini guna menambah wawasan atau perbandingan tingkat fertilisasi antara pondok pesantren dengan tempat lainnya, bukan hanya tingkat fertilisasi antara desa dan kota selama ini telah diajarkan.

2. Memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang tujuan KB yang sebenarnya bukan hanya tentang mengatur tahun kelahiran namun untuk menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk kepada masyarakat lingkungan pondok pesantren di Desa Tambakrejo Kabupaten Jombang.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Aditya Ade N, 2011. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Persepsi Orang Tua

terhadap Nilai Anak dalam Keluarga di Kelurahan Argasoka Kecamatan

Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara Tahun 2010.Skripsi.Semarang:FIS UNS

Ahmad, Masyita. 2014. Evaluasi keberhasilan Keluarga Berencana (KB) Di Perumahan Hartaco Jaya. Skripsi. FK Hasanudin

Anggreini, Yetti. Martini. 2012. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogjakarta; Rohima Press.

BKKBN.Perkembangan Pemikiran Ulama Dalam Penerimaan KB di Indonesia (2). 1988. Jakarta: BKKBN

BPS. 2013. Kabupaten Jombang dalam angka 2012.Jombang: BPS

BPS.2013 Kecamatan Jombang dalam Angka 2012. Jombang: BPS

Budijanto.2012. Analisis Sosio Demografi. Malang: Um Press

Dwi. Journal of Comparison of family planning (KB) Based on Law Number 52 Year 2009 on. Abstrak diperoleh dari www.oxpdf.com

Eka,Nining. 2011.Keluarga berencana di kalangan keluarga pesantren dalam membentuk keluarga sakinah. Skripsi. Fakultas syariah .UIN

Fuaidah,Tu’nas. 2009. keluarga berencana (KB) dalam pandangan Islam, (Online), http://8tunas8.wordpress.com/keluarga-berencana-kb-dalam-pandangan-islam/.

Hatta,M. 2012. Persepsi Keluarga Terhadap nilai Anak.(Online), http://kaltim.bkkbn.go.id

Imam,M. 2004.Karakteristik Peserta Keluarga Berencana Di Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang

Makur,Slamet. Pelaksanaan Keluarga Berencana (KB) terhadap tingkat     Kesejahteraan Keluarga. Jurnal Ilmu Pendidikan Geografi

Merrynce. Hidir, Ahmad. Efektivitas pelaksanaan Program Keluarga Berencana.Jurnal Kebijakan Publik, Volume 4, Nomer 1, Maret 2013.

Tim Penulis Lembaga Demografi. 2014.dasar-dasar demografi .Depok: Salemba empat

Population Development and Family Development and Islamic Law Perspective

Hartano, Hanafi. 2004. Keluarga Berencan dan Kontrasepsi.Jakarta; Pustaka Sinar Dunia.

Salma.2012. 8Metode Kontrasepsi: Kelebihan dan Kekurangan, (Online)

    http;//MajalahKesehatan.com .

Singarimbun, Masri. 1996.Penduduk dan Perubahan.Yogjakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Sulistyaningsih,Endah.2013. Strategi Sosial badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur Dalam Meningkatkan Pengguna Program Keluarga Brencana (KB) Dikota Samarinda. Journal Ilmu Komunikasi

Sumarmi. 2012. Pengembangan Wilayah Berkelanjutan. Malang: Aditya Media

Suparmo.2004. Pelaksanaan program KB dan Imunisasi Di Posyandu Desa Wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Skripsi tidak diterbitkan.Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

Moertiningsih,Sri;Bulan,Omas. 2011. Dasar-dasar Demografi. Depok;Salemba empat

Universitas Negeri Malang.2010.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian Edisi Kelima: Universitas Negeri Malang.

Widyatun, Diah. 2012. Program KB. Semarang (Online).http;//Jurnal Bidan Diah.com .