SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG

Syahmi Manistato'a

Abstrak


ABSTRAK

Kawasan permukiman merupakan area di luar kawasan lindung yang digunakan sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian masyarakat berada di wilayah perkotaan dan perdesaan. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010-2029  pengembangan kawasan permukiman diarahkan ke arah selatan, yakni di Kecamatan Kepanjen yang merupakan Ibukota Kabupaten Malang menuju Pantai Sendang Biru. Namun pada kenyataannya perkembangan kawasan permukiman di Kabupaten Malang cenderung mengarah kearah utara yaitu di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang.Kecamatan Lawang memiliki luas wilayah 68,23 km2. Pertumbuhan jumlah penduduk di Kecamatan Lawang dalam kurun  sepuluh tahun terakhir adalah sebesar 0,94% dimana jumlah penduduk Kecamatan Lawang saat ini adalah 91.325 dengan kebutuhan rumah  mencapai 22.459 unit. Adanya pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan dan berpindahnya kampus POLTEKES dari Kota Malang ke  Kecamatan Lawang, maka dapat diperkirakan  lima tahun kedepan Kecamatan Lawang mengalami pertumbuhan penduduk  rata-rata 1,2%  dengan kebutuhan rumah meningkat 276 atau meningkat 24 Ha, namun kawasan permukiman yang dibangun sampai saat ini sudah mencapai 100 ha. Untuk itu perlu dilakukan adanya evaluasi lahan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan yang dapat  dikembangkan sebagai kawasan permukiman.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman dan menganalisis sebaran kesesuaian lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Lawang berdasarkan kelas kesesuaian lahan untuk pemukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Pengolahan data spasial menggunakan software ArcGIS 9 yaitu dengan cara menumpangsusunkan tiga peta yaitu peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan. Populasi yang diperoleh dari overlay peta sebanyak 84 unit lahan, sampel penelitian yang diambil sebanyak 6 unit lahan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan (scoring) terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel unit lahan yang diteliti yakni unit lahan 1.e.K, 1.c.L, 2.c.L, 2.e.L, 2.c.K, 2.e.R yang terletak di Desa Bedali, Kelurahan Kalirejo, Desa Sidodadi, Desa Turirejo, dan Desa Sumber Porong. menunjukkan kelas sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman. Pada Unit Lahan 1.e.K, 2.e.L, 2.c.K, 2.e.R memiliki faktor pembatas berupa pelapukan batuan dan tekstur tanah. Pada Unit Lahan 1.c.L dan 2.c.L memiliki faktor pembatas berupa nilai COLE.