SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Demografi dengan Perilaku Kesehatan Lingkungan Biofisik Masyarakat Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang

Finda Aulia Islaha

Abstrak


ABSTRAK

 

Islaha, Finda Aulia. 2014. Hubungan Aspek Sosial, Ekonomi, dan Demografi dengan Perilaku Kesehatan Lingkungan Biofisik Masyarakat Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

 

Kata-kata Kunci: perilaku kesehatan, lingkungan biofisik, sosial, ekonomi, demografi

 

Permukiman padat di kelurahan Kotalama merupakan salah satu wilayah yang paling riskan terhadap masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati perilaku kesehatan lingkungan biofisik masyarakat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan termasuk jenis penelitian eksplanatori dengan teknik survei. Sampel daerah diambil secara purposive, sedangkan sampel responden adalah ibu rumah tangga. Sampel responden ditentukan secara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kesehatan lingkungan pada permukiman padat berkaitan dicerminkan oleh perilaku seperti membuang sampah, membuang limbah rumah tangga, mandi cuci kakus (MCK), dan sumber untuk mendapatkan air bersih.

Berdasarkan tingkat pendidikan ibu menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik perilaku kesehatan lingkungannya. Secara umum, sebagian besar telah menempuh pendidikan ”Wajib Belajar” (WAJAR) 9 tahun. Sedangkan ibu dengan tingkat pendidikan kurang dari 9 tahun sebesar 20%, dan yang tidak sekolah ada 4%. Hal tersebut menggambarkan bahwa tingkat pendidikan ibu mayoritas sudah baik, artinya pengetahuan ibu terhadap perilaku yang benar untuk menjaga kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya cukup baik.

Berdasarkan tingkat pendapatan menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi pendapatan maka semakin baik perilaku kesehatan lingkungannya. Gambaran kondisi perekonomian masyarakat tercermin berdasarkan pendapatan keluarga, rata-rata pendapatan keluarga para responden sebesar Rp 1.302.590 dan pendapatan terendah dan tertinggi yaitu Rp 550.000 dan Rp 5.250.000. Sedangkan sebagian besar responden berpendapatan antara Rp 1.000.000 -