SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

kearifan lokal masyarakat dalam kersiapan menghadapi bencana erupsi gunung kelud di desa sugihwaras kecamatan ngancar kabupaten kediri

alfyananda kurnia putra

Abstrak


ABSTRAK

Putra, Alfyananda Kurnia. Kearifan Lokal Masyarakat dalam Kesiapan Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Kelud di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd. (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si

Kata kunci: Kearifan Lokal,Kesiapan, Erupsi Gunung Kelud.

Desa Sugihwaras termasuk desa yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud yang paling parah. Desa ini merupakan desa terdekat dengan Gunung Kelud yang hanya berjarak 9 Km dari puncak Gunung Kelud. Kearifan lokal masyarakat Desa Sugihwaras lahir dan berkembang dari generasi ke generasi. Kearifan lokal masyarakat Desa Sugihwaras dapat dijadikan unsur gagasan termasuk berimplikasi pada teknologi dan estetika. Kerarifan lokal masyarakat Desa Sugihwaras berupa pengetahuan atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komonitas ekologis.Berdasarkan masalah tersebut. maka perlu dilakukan penelitian tentang "Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Kesiapan Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Kelud di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri".

Kearifan lokal masyarakat dalam kesiapan menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud (1) Pengetahuan tradisional masyarakat Desa Sugihwaras dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Kelud, meliputi: a) menghubungkan sifat letusan Gunung Kelud dengan legenda Lembu Sura, b) jika burung perkutut "Gung" turun kepermukiman warga dan tanaman nanas, sengon, cengkeh serta tebu layu maka Gunung Kelud akan segera erusi, c) menyembunyikan barang berharga dalam lubang galian, d) menutup sumur dengan kayu maupun penutup lainya, e) membuat alat pembersih atap yangg terbuat daru serabut kelapa, f) melakukan larung sesaji dan kirim sesaji. (2) Kesiapan masyarakata desa sugihwaras dalam menghadapi erupsi gunung kelud berbasis kearifan lokal, meliputi: a) penggunaan alat "kentongan" sebagai sistem peringatan dini, b) penyebaran informasi melalui struktur organisasi desa, c) memperkokoh atap dan tiang penyanga, d) menutup atap dengan terpal atau karung yang sudah dibentang lebarkan, dan e) mendahulukan perbaikan sarana prasarana umum pasca erupsi dari pada rumah pribadi.

Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat desa sugihwaras merupakan sikap, pandangan dan kemampuan bentuk reaksi masyarakat dalam menyesuaikan dengan lingkungan Gunung Kelud. kearifan lokal harus terus berlangsung dan dijaga keberadaanya karena kearifan lokal masyarakat dalam kesiapan menghadapi bencana merupakan jawaban kreatif terhadap situasi yang dihadapi masyarakat, sehingga hal ini sangat penting untuk tetap dilestarikan.