SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

BENTUK-BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (Studi Kasus di Desa Pelangwot Kecamatan Laren Lamongan)

Imam Huda

Abstrak


ABSTRAK

Huda, Imam Arifa’illah Syaiful. Bentuk-Bentuk Adaptasi   Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di Desa Pelangwot Kecamatan Laren Lamongan). Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. ACH. Fatchan, M.Pd, M.P. (II) Drs. Soetjipto, TH, SH, M.Pd

Kata kunci: Bentuk-bentuk adaptasi, bencana banjir.

Desa Pelangwot sebagai salah satu desa di Kecamatan Laren Lamongan yang sering terjadi banjir. Adaptasi merupakan salah satu cara dalam menghadapi bencana banjir. Manusia selalu bertahan dari bencana yang menimpa dengan cara beradaptasi. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang ”Bentuk-Bentuk Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di Desa Pelangwot Kecamatan Laren Lamongan)”.Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi masyarakat (1) adaptasi aktif dan pasif, (2) adaptasi sosial, (3) adaptasi ekonomi, (4) adaptasi budaya dalam menghadapi bencana banjir. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Pelangwot. Subjek yang diteliti yaitu Perangkat Desa Pelangwot, tokoh (kyai/ustad), serta beberapa masyarakat yang terkena bencana banjir. Teknik pengumpulan data dengan teknik (Snowball Technique). Sedangkan cara memperoleh data (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi. Dilakukan upaya pengecekan keabsahan data seperti triangulasi data, Member check, ketekunan pengamatan, dan audit trail. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif.

Bentuk-bentuk adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir (1) adaptasi aktif meliputi: a) aktivitas masyarakat dalam menambah pendapatan seperti, mencari ikan, ojek perahu, dan menjadi buruh, b) meninggikan perlengkapan rumah tangga seperti meja, kursi, dan meninggikan rumah. Adaptasi pasif meliputi: a) masyarakat memahami fenomena akan terjadinya banjir dengan melihat intensitas hujan yang turun, b) warga memperioritaskan kebutuhan pokok. (2) Adaptasi sosial meliputi: 1) sistem kekerabatan, a) warga mengungsi ke kerabat terdekat jika banjir besar dan saling membantu, b) pembagian kerja berdasarkan berat ringannya suatu pekerjaan. 2) sistem kemasyarakatan meliputi: a) hubungan timbal balik antar warga diwujudkan dalam bentuk tolong menolong, b) norma-norma berjalan dengan baik, c) kerjasama yang dilakukan masyarakat dalam bentuk gotong royong dan tolong menolong karena solidaritas masyarakat sangat tinggi (3) Adaptasi ekonomi meliputi: a) kebutuhan sandang diperoleh dari berbagai bantuan lembaga sosial dan pemerintah b) masyarakat menunggu bantuan berupa sembako atau nasi, air bersih, dan makanan instan seperti mie instan, c) menempatkan barang-barang pada posisi yang lebih tinggi yang dinamakan antru. d) apabila hasil tangkapan ikan melimpah, maka ikan dijual untuk menambah pendapatan, e) hewan peliharaan dibawa ke pengungsian yang ada di tanggul, f) pekerjaan sampingan yang dilakukan salah satunya ojek perahu dan mencari ikan, g) beberapa warga tetap berdagang dan bekerja menjadi buruh demi mempertahankan pendapatan. (4) Adaptasi budaya meliputi: a) Adat-istiadat yang dilakukan istighosa dan tahlil b) teknologi yang digunakan dalam menghadapi bencana banjir yakni membuat flood way (sudetan).