SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

identifikasi Kesulitan Guru Geografi dalam Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SMA Negeri di Kabupaten Kediri

ZENI PANGESTU

Abstrak


ABSTRAK

 

Pangestu, Zeni. 2014. Identifikasi Kesulitan Guru Geografi dalam Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SMA Negeri di Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd (II) Dr. I Nyoman Ruja,S.U

 

Kata Kunci: Kesulitan Guru, Implementasi, Kurikulum 2013

 

Berdasarkan hasil wawancara oleh salah satu guru SMA Negeri di Kabupaten Kediri pada tanggal 20 juni 2014 diperoleh hasil, bahwa guru geografi mampu menjelaskan implementasi Kurikulum 2013 secara umum. Namun dalam implementasi proses pembelajaran, guru geografi masih mengalami kesulitan. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung, guru belum mampu menerapkan sesuai tuntutan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter. Proses pembelajaran belum dapat terlaksana secara utuh,  sistematis sesuai ketentuan Kurikulum 2013 yang menuntut peserta didik aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran geografi, kesulitan guru geografi dalam implementasi kurikulum 2013 dan factor penyebab guru mengalami kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013.

Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah implementasi kurikulum 2013, kesulitan guru geografi dalam implementasi kurikulum 2013 dan factor penyebab guru geografi mengalami kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah guru geografi di 14 SMAN di Kabupaten Kediri dengan jumlah guru geografi sebanyak 24 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data dengan menggunakan tabulasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa implementasi kurikulum 2013 pada perencanaan pembelajaran, guru geografi sudah memahami langkah mengembangkan RPP namun dalam pelaksanaannya belum optimal dilakukan. Implementasi Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran, guru geografi sudah menerapkan pendekatan saintifik dan proses pembelajaran sudah cukup optimal dilakukan. Kegiatan Evaluasi pembelajaran cukup optimal dilakukan. Kesulitan yang dialami guru geografi dalam perencanaan pembelajaran, diperoleh hasil bahwa guru geografi cukup kesulitan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajarsiswa. Kesulitan dalam Proses pembelajaran menunjukkan bahwa guru geografi cukup mengalami kesulitan menerapkan metode/model pembelajaran dan kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik yang dapat membentuk kompetensi dan karakter siswa serta memperhatikan kompetensi sikap siswa saat proses pembelajaran. Kegiatan evaluasi pembelajaran, guru geografi kesulitan memadukan penilaian sikap, proses pembelajaran dan hasil belajar secara utuh. Faktor penyebab kesulitan guru geografi dalam implementasi kurikulum 2013 diantaranya sosialisasi yang dilakukan pemerintah belum optimal, buku penunjang belum seluruhnya didistribusikan, antusias guru biasa-biasa saja dengan hadirnya kurikulum 2013, input siswa yang tidak semuanya mendukung siswa aktif dalam pembelajaran dan sarana prasarana serta fasilitas sekolah kurang memadai dan kurang lengkap.

Peneliti member beberapa saran untuk mengatasi beberapa kesulitan yang dialami guru geografi dalam implementasi kurikulum 2013 pada kegiatan perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran. Peran aktif guru geografi dalam kegiatan MGMP perlu ditingkatkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dan kreativitas guru dalam mengajak siswa aktif dalam proses pembelajaran sangatdiperlukan, sehingga pembentukan kompetensi dan karakter siswa dapat tercapai, pendekatan saintifik dapat terlaksana dengan baik, dan input siswa bukanlah kendala dalam implementasi kurikulum 2013.

Kesulitan yang dialami peneliti dalam melakukan proses penelitian yaitu terkendala pada waktu melakukan penelitian dan perhatian guru terhadap pengisian kuesioner. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 65 tahun 2013, standar proses tingkat pendidikan menengah terdiri dari perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran,dan pengawasan proses pembelajaran. Peneliti dalam melakukan penelitian tidak meneliti pengawasan proses pembelajaran pada mata pelajaran geografi. Peneliti memberikan masukan bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian mengenai implementasi kurikulum 2013, dapat meneliti pengawasan proses pembelajaran pada mata pelajaran geografi.