SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Bermigrasi Internasional (Tenaga Kerja Indonesia-TKI) di Desa Jatipayak Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan

Noviani Nurkolis

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurkolis, Noviani. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Bermigrasi Internasional (Tenaga Kerja Indonesia-TKI) di Desa Jatipayak Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Singgih Susilo, M.S, M.Si, (II) Dra.Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si

 

Kata kunci: Pengambilan Keputusan, Migrasi, TKI

 

Kurang beragamnya jenis pekerjaan, rendahnya kesempatan kerja, dan kondisi lahan garapan yang kurang mendukung menyebabkan sulitnya masyarakat memperoleh pekerjaan yang dapat menghasilkan uang yang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Permasalahan tersebut terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan kerja yang dimiliki oleh masyarakat. Hal tersebut menyebabkan sebagian masyarakat di Desa Jatipayak bermigrasi internasional sebagai TKI.

Penelitianinibertujuanuntukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhipengambilankeputusanbermigrasiInternasionalsebagai TKI, di DesaJatipayakKecamatanModoKabupatenLamongan.Penelitianinimerupakan penelitiankuantitatif deskriptif, denganmenggunakanmetode survey. Apabila dilihat dari bentuk analisisnya merupakan penelitian korelasional.Populasidalampenelitianiniadalahmasyarakat di Desa Jatipayak yang berjumlah135 TKI.Sampel yang diambilsebanyak57respondendengancaraproporsional random samplingdan menggunakan tekniksimple random samplinguntuk sampel responden. Analisis data yang digunakanyaituanalisistabulasitunggal, tabulasi silang dan analisis statistik  Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional sebagai TKI, (2) beban tanggungan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional sebagai TKI, (3) luas lahan garapan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional sebagai TKI, (4) jenis pekerjaan responden yang paling dominan selama di daerah asal adalah sebagai petani, (5) pendapatan di daerah asal dan daerah tujuan tidakberpengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasiinternasional sebagai TKI, (6) dalam pengambilan keputusan, paling banyak bersumber dari individu atau dirinya sendiri, hal tersebut berkaitan dengan keinginan seseorang untuk mensejahterakan keluarga.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis pekerjaan didaerah asal yaitu sebagai petani. Faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional sebagai TKI adalah pendidikan, sedangkan beban tanggungan, luas lahan garapan dan pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional sebagai TKI. Saran untuk penelitian ini adalah TKI sebaiknya pulang ke daerah asal minimal 2 tahun sekali, hal tersebut perlu dilakukan karena untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Aparat Desa atau pemerintah setempat seharusnya menyediakan pendidikan keterampilan kerja bagi masyarakat umum.