SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Geographical Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Batu

Retno Putri Maretta

Abstrak


ABSTRAK

 

Maretta, Retno Putri. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Geographical Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si. (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si

 

Kata kunci: Geographical Inquiry, kemampuan berpikir kreatif

 

Dewasa ini, kreativitas merupakan tuntutan bagi keluaran pendidikan untuk mampu beradaptasi terhadap tantangan masa depan yang selalu berubah dan persaingan yang semakin ketat. Namun, dalam praktek di sekolah kemampuan berpikir kreatif masih kurang mendapat perhatian. Sehingga perlu adanya pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dari Geografi itu sendiri. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan pendekatan ilmiah adalah Geographical Inquiry. Penelitian ini bertujuan mencari tahu adakah pengaruh model pembelajaran Geographical Inquiry terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X IPS di SMAN 1 Batu.

Penelitian menggunakan ”quasi experiment”. Penelitian ini mengambil rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah perlakuan di kelas eksperimen dan kontrol. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok/kelas, yaitu kelompok eksperimen, yang mendapat perlakuan dengan model Geographical Inquiry, dan kelompok kontrol yang mendapat perlakuan model konvensional. Pada penelitian ini instrument berupa 5 soal tes subjektif  yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hal ini terlihat dari rata-rata kelas kontrol dari 42,63 meningkat menjadi 51,00, sedangkan rata-rata kelas eksperimen dari 42,83 menjadi 57,25. Jika dilihat dari rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa (gainscore), rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi 6,042 daripada rata-rata kelas kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis kemampuan berpikir kreatif siswa dengan bantuan SPSS 16.0 for windows diketahui dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Geographical Inquiry berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran Geografi kelas X IPS di SMAN 1 Batu.