SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMANFAATAN ECENG GONDOK PADA LAHAN RAWA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN BURUH TANI PENCARI ECENG GONDOK DI DESA NGIMBANGAN KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO

DWI AGUSTIN WULANDARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Dwi Agustin. 2014. Pemanfaatan Eceng Gondok Pada Lahan Rawa untuk Meningkatkan Pendapatan Buruh Tani Pencari Eceng Gondok di Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Nyoman Ruja, S.U (II) Drs. Budi Handoyo, M.Si.

 

Kata Kunci: pemanfaatan, lahan rawa, pendapatan, buruh tani.

  

Kondisi pendapatan buruh tani di Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto dapat dikatakan belum bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Berhubungan dengan hal tersebut, buruh tani di Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto mencari pekerjaan sampingan untuk meningkatkan pendapatan. Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten mempunyai keadaan alam yang berbeda dari desa lainnya yang ada di perbatasan wilayah. Desa ini mempunyai rawa seluas 22,5 ha dan banyak ditumbuhi eceng gondok yang sering dimanfaatkan oleh buruh tani untuk dijual. Hal ini dilakukan saat buruh tani tersebut mempunyai waktu luang dan sudah tidak ada lagi tanggungan pekerjaan sebagai buruh tani.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh buruh tani yang memanfaatkan eceng gondok pada lahan rawa yang berjumlah 38 KK responden yang data hasil penelitian diperoleh melalui pedoman wawancara. Data mentah yang terkumpul dimasukkan dalam tabulasi tunggal kemudian di analisis.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan buruh tani masih belum bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yakni rata-rata sebesar Rp.1.350.000,- per bulan dimana upah tersebut diberikan setiap satu bulan sekali. Rata-rata pendapatan buruh tani sebagai pencari eceng gondok yang dapat membantu meningkatkan pendapatan buruh tani yakni sebesar Rp.1.000.000,- per bulan. Perolehan pendapatan tersebut disesuaikan dengan jumlah eceng gondok yang dikumpulkan dalam waktu satu bulan.

Pemanfaatan eceng gondok pada lahan rawa masih menggunakan metode tradisional yakni menggunakan galah dan atau parang dan dijual kepada pengepul setelah melalui proses penjemuran selama minimal 7 hari. Harga eceng gondok kering yang sudah dikumpulkan oleh buruh tani dihargai sebesar Rp.5.500 – Rp.6.000,- per kilogramnya. Rata-rata buruh tani yang mencari eceng gondok dapat mengumpulkan eceng gondok sebesar 40 kilogram per bulan. Sumbangan pendapatan sebagai buruh tani pencari eceng gondok yakni sebesar 32% dimana dari hasil tersebut dapat berpengaruh pada peningkatan pendapatan buruh tani.