SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY (SETS) DAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 MALANG

NI'MATUR ROSIFA

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosifa, Ni’matur. 2014. Perbandingan Pendekatan Science, Environment, Technology, Society (SETS) dan Scientific Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si.

 

Kata kunci: berpikir kreatif, pendekatan science environment technology society (sets), pendekatan scientific.

 

Kreativitas dapat dipupuk melalui kondisi yang kondusif agar kemampuan berpikir kreatif siswa berkembang. Kondisi di dalam kelas yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif biasanya dengan  menerapkan berbagai strategi, pendekatan, metode ataupun  model yang menuntut siswa aktif dalam pembelajaran. Siswa kelas X IPS di SMA Negeri 10 Malang memiliki kemampuan akademis yang tinggi, namun kemampuan kreativitas yang dimiliki masih belum merata. Hal ini dikarenakan kurangnya pengaplikasian materi pembelajaran ke dalam praktek lapangan sehingga lingkungan untuk pengembangan kreativitas siswa kurang kondusif. Oleh karena itu penggunaan pendekatan dalam pembelajaran sangat membantu dalam membangun kondisi yang kondusif untuk mengembangkan kreativitas,sebagai contoh dengan menggunakan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dan  Scientific.

Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) dengan mengambil subjek dua kelas yaitu, kelas X IPS 5 menggunakan pendekatan SETS dan X IPS 4menggunakan Scientific. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk tes essay untuk pre test dan post test. Analisis data deskritif nilai pre test, post test, dan gain score.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan kreatif siswa pada kelas X IPS 5 dengan pendekatan SETS lebih tinggi dibandingkan dengan siswa kelas X IPS 4 dengan pendekatan Scientific. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata post test pada kelas X IPS 5 sebesar  43,8 lebih tinggi dari pada kelas X IPS 4 yaitu 39,6.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X IPS SMA Negeri 10 Malang yang menggunakan pendekatan SETS lebih tinggi dari pada menggunakan pendekatan Scientific, sehingga pembelajaran menggunakan pendekatan SETS lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dibandingkan dengan menggunakan pendekatan Scientific. Oleh karena itu, diharapkan guru mata pelajaran geografi dapat menerapkan pendekatan SETS maupun Scientificdalam kegiatan pembelajaran di sekolah agar lebih berkembang dan berkualitas.