SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA INDUSTRI TENUN IKAT TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PARENGAN KECAMATAN MADURAN KABUPATEN LAMONGAN

Hendrik Dwi Prasetya

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasetya, Hendrik Dwi. 2014. Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Industri Tenun Ikat Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Singgih Susilo, M.S, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si

 

Kata Kunci: Tenaga Kerja, Wanita, Pendapatan

  

Meningkatnya jumlah penduduk merupakan masalah kependudukan yang membawa konsekuensi pada permasalahan pengangguran, penciptaan lapangan kerja dan kelebihan tenaga kerja. Industri Tenun Ikat Parengan merupakan industri tekstil di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan yang keberadaannya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga para tenaga kerja wanita.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tenaga kerja wanita, faktor yang menyebabkan tenaga kerja wanita memilih bekerja pada industri tenun ikat, dan besarnya kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita di industri tenun ikat yang diberikan kepada keluarga.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini sebesar 60 orang, untuk teknik pengambilan sampel menggunakan sensus atau sampling jenuh, yaitu mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel yakni berjumlah 60 orang . Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan analisis data yang digunakan adalah tabulasi tunggal (persentase).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi tenaga kerja wanita industri tenun ikat berumur produktif, berstatus kawin atau menikah,sudah memiliki rumah sendiri, tingkat pendidikan sekolah dasar, memiliki jam kerja 8 jam perhari, lama kerja antara 5-7 tahun, dan sistem pengupahannya borongan. Pendapatan tertinggi diperoleh pada jenis pekerjaan, sedangkan pendapatan terendah diperoleh pada jenis pekerjaan melepas ikatan, faktor yang menyebabkan tenaga kerja wanita memilih bekerja di industri tenun ikat sebagian besar karena jarak rumah ke tempat kerja dekat yaitu kurang dari 1 km, transportasi yang digunakan adalah sepeda, keputusan bekerja atas dasar inisiatif sendiri, alasan bekerja karena untuk membantu suamiatau keluarga mencarai nafkah, dan jumlahbeban tanggungan keluarga sebanyak tiga orang. Sebagian besar tenaga kerja wanita menggunakan pendapatan untuk kepentingan keluarga, seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, sosial, biaya pendidikan, dan tabungan, dan kontribusi yang diberikan kepada keluarga sebesar 40-59 persen.