SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KontribusiPendapatanPedagang Kaki Lima PasarMinggu Di Alun-Alun Kota BatuTerhadapPendapatanRumahTangga

Arina Alrafi

Abstrak


ABSTRAK

 

Alrafi, Arina. 2014. Kontribusi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Pasar Minggu Di Alun-Alun Kota Batu Terhadap Pendapatan Rumah Tangga. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mustofa, M.Pd, (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.

 

Kata Kunci: Kontribusi, Pedagang, Pendapatan.

 

Kota Batu merupakan kota pariwisata yang banyak menyediakan lapangan kerja namun karena pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dan jumlah angkatan kerja semakin banyak. Lapangan kerja pada sektor formal tidak dapat menampung semua angkatan kerja yang ada sehingga masyarakat banyak berkembang pada sektor informal sebagai pedagang, salah satu usahanya yaitu pemanfaatan obyek wisata alun-alun sebagai tempat mengembangkan usaha di sektor informal sebaga ipedagang kaki lima.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pedagang kaki lima pasar minggu alun-alun Kota Batu, mendeskripsikan pendapatan pedagang kaki lima pasar minggu alun-alun Kota Batu dan mendeskripsikan kontribusi pendapatan pedagang kaki lima terhadap pendapatan rumah tangga.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan merupakan jenis penelitian exspostfakto dengan responden sebanyak 56 pedagang kaki lima pasar minggu alun – alun Kota Batu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal, kontribusi pendapatan dan analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan, 1) Karakteristik pedagang kaki lima pasar minggu alun – alun Kota Batu termasuk usia produktif, mayoritas menyelesaikan pendidikan hingga 12 tahun atau tamat SMA, beban tanggungan antara 1sampai 3 orang, pedagang kaki lima didominasi oleh warga dengan radius 1 sampai 2 kilometer, jam kerja sebagian besar 5 sampai 6 jam per hari minggu, sebagian besar menjadi pedagang kaki lima 7 sampai 12 bulan dan 38 pedagang kaki lima tidak memiliki pekerjaan sampingan dengan persentase 67,86% dari seluruh jumlah pedagang kaki lima. 2) Pendapatan pedagang kaki lima tertinggi mencapai Rp≥3.000.000,- setiap bulan untuk empat kali berdagang, terbukti bahwa 41 orang pedagang kaki lima memiliki tabungan setiap bulannya. 3) Kontribusi atau sumbangan pedagang kaki lima terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 34,86% setiap bulan.