SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Arah Kiblat Masjid Menggunakan Aplikasi Qibla 1.0 di Kelurahan Bandulan dan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang

Muhammad Adib Syauqi

Abstrak


ABSTRAK

 

Syauqi, Muhammad Adib. 2014. Evaluasi Arah Kiblat Masjid Menggunakan Aplikasi Qibla 1.0 di Kelurahan Bandulan dan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Rudi Hartono, M.Si. (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M. Si

 

Kata kunci: Arah Kiblat, Metode, Pengukuran

 

Sukun merupakan Kecamatan dengan jumlah umat muslim sebanyak 156.720 jiwa. Semua ibadah wajib dalam agama Islam telah ditentukan waktunya seperti sholat fardhu lima waktu, Subuh, Dzuhur, Ashar , Magrib, dan Isya’. Tempat ibadah umat muslim adalah masjid. Setiap muslim laki-laki wajib menjalankan sholat fardhu berjamaah di masjid. Menghadap kearah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan shalat baik shalat fardhu lima waktu sehari semalam atau shalat-shalat sunnah lain. Indonesia berada di Lempeng Eurasia yang bergerak+1 cm ke arah selatan setiap tahunnya. Ka’bah (Mekkah) berada di Lempeng Arabic yang bergerak+1 cm ke utara setiap tahunnya. Arah kiblat akan berubah secara perlahan-lahan dalam kurun periode tertentu. Hal itu disebabkan karena adanya pergerakan lempeng bumi.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisitik takmir masjid, mengetahui arah kiblat masjid serta metode takmir dalam penentuan arah kiblat. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masjid yang berada di kelurahan Bandulan dan Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tabulasi tunggal.

Arah kiblat masjid di Kelurahan Bandulan dan Kelurahan Sukun adalah 294,20, namun masih banyak masjid yang arah kiblatnya belum akurat dan sesuai. Hasil arah kiblat menunjukkan bahwa di Kelurahan Bandulan, 1 masjid berstatus akurat, 1 masjid cukup akurat, 7 masjid sedikit akurat, 5 masjid kurang akurat, dan 3 masjid sangat kurang akurat. Sedangkan di kelurahan Sukun 1 masjid berstatus akurat, 2 masjid cukup akurat, 5 masjid sedikit akurat, 3 masjid kurang akurat, dan 3 masjid sangat kurang akurat. Mayoritas takmir masjid menggunakan kompas dalam mengukur arah kiblat.

Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada setiap takmir masjid agar mengevaluasi kembali arah kiblatnya, agar terciptanya kesempurnaan dalam menjalani ibadah sholat berjamaah di masjid.