SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kajian Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Suhu Udara Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Kota Malang

Bharadhian Rizki Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Bharadhian Rizki. 2014. Kajian Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Suhu Udara Menggunakan Data Penginderaan Jauh di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: Perubahan tutupan lahan, suhu udara, data penginderaan jauh

 

Kota Malang sebagai salah satu pusat kegiatan perindustrian menengah di Jawa Timur telah mengalami perubahan dan perkembangan yang signifikan. Kondisi tutupan lahan di Kota Malang telah mengalami banyak perubahan yang mana luasan lahan terbangun untuk berbagai jenis penggunaan lahan telah mengalami banyak peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap suhu udara di Kota Malang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Objek penelitian ini adalah semua jenis tutupan lahan yang berada dalam wilayah administratif Kota Malang. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Sampel ditentukan berdasarkan perubahan yang terjadi pada tutupan lahan selama tahun 2003 dan 2013. Untuk mengetahui kondisi tutupan lahan dan suhu pada tahun 2003 serta 2013, digunakan data penginderaan jauh yaitu citra satelit Landsat 7 ETM dan Landsat 8. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode tabulasi tunggal dan metode tabulasi silang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode dari tahun 2003 hingga tahun 2013,  jumlah luas tutupan lahan terbangun mengalami peningkatan sebesar 2.626,08 Ha, sedangkan tutupan lahan vegetasi mengalami penyusutan sebesar 2.091,47 Ha dan lahan terbuka berkurang 534,61 Ha. Kondisi suhu udara di Kota Malang pada tahun 2003, kelas suhu yang paling mendominasi adalah kelas suhu dingin (21,1 - < 23,1 °C) yang meliputi 39,149% dari seluruh luas Kota Malang. Pada tahun 2013, kelas suhu yang paling mendominasi di Kota Malang berubah menjadi kelas suhu panas (29,1 - < 31,1) yang meliputi 28,2% dari seluruh luas Kota Malang. Pada beberapa lokasi dengan tutupan lahan vegetasi berupa pohon, kondisi suhu udaranya lebih rendah daripada rumput dan semak. Pada tahun 2013, kelas suhu Panas diketahui tersebar pada ketiga jenis tutupan lahan dengan luas tertinggi kelas suhu Panas terdapat pada lahan terbangun yaitu sebesar 2861,35 Ha, sedangkan luasan tertinggi kelas suhu Sangat Panas juga berada pada lahan terbangun yaitu sebesar 1178,95 Ha.

Dalam penataan ruang di Kota Malang, penambahan jumlah vegetasi pohon mutlak diperlukan untuk mereduksi tingginya suhu udara yang dapat diwujudkan dalam bentuk hutan kota maupun jalur hijau. Selain itu, pada berbagai tutupan lahan terbangun, baik itu perumahan, kawasan industri maupun kawasan sekolah, perlu diselingi dengan adanya vegetasi berupa pohon sebagai pereduksi tingginya suhu udara pada lingkungan lokal setempat, serta diperlukan adanya kebijakan untuk mengatur jenis-jenis material penutup lahan yang digunakan pada berbagai jenis penggunaan lahan tertentu.