SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PANTAI KUNIR DI KECAMATAN SUDIMORO KABUPATEN PACITAN SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA

Muhamad Hanif

Abstrak


ABSTRAK

 

Hanif, Muhamad. 2014. Evaluasi Kesesuaian lahan Pantai Kunir di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan SebagaiDaerah Tujuan Wisata. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Komang Astina, M. S, Ph.D. (2) Drs. Mustofa, M.pd.

 

Kata Kunci: Kesesuaian, Pantai,Wisata.

 

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mempunyai potensi pariwisata yang beragam. Objek wisata yang ada di Kabupaten Pacitan yaitu wisata alam, budaya, dan sejarah. Objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan  yaitu wisata alam, seperti goa dan pantai. Beberapa pantai yang potensial untuk dijadikan daerah tujuan wisata belum tercantum dalam (RTRW, 2009), Diantaranya Pantai Banyu tibo dan Pantai Kunir. Pantai Kunir memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Keunikan Pantai Kunir yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yaitu, pasir putih yang membentang luas disepanjang pantai, gisik pantai yang landai dan lebar. Selain itu,keadaan alam pantai ini yang masih alami. Penelitian tentang potensi yang dimiliki Pantai Kunir hingga saat ini belum ada.Oleh karena itu,untuk menjawab permasalahan tersebut perlu adanya penelitian tentangtingkat kesesuaian lahan pantai berdasarkan potensi yang dimiliki Pantai Kunir untuk dijadikan daerah tujuan wisata.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan hasil pengukuran kondisi fisik Pantai Kunir meliputi: tipe pantai, kemiringan gisik, lebar gisik, kecepatan angin, biota berbahaya, penutup lahan, dan jarak ketersediaan air tawar.(2) mendiskripsikankesesuaian lahan Pantai Kunir sebagai daerah tujuan wisata.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penentuandata primer diperoleh dengan teknik pengukuran lapangan dan observasi. Data sekunder diperoleh dengan teknik dokumentasi. Penentuan titik pengukuran lapangan dilakukan dengan teknik purpossive. Analisis data menggunakan analisisdeskriptif kuantitatif dengancara scoring dan mengklasifikasi parameter kesesuaianlahan pantai untuk daerah tujuan wisata

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik Pantai Kunir memiliki lebar gisik rata-rata 45,95 meter dengan rata-rata kemiringan gisik 4,02%, kecepatan angin rata-rata 5,76km/jam, penutup lahan pantai berupa pandan lautdan kelapa, tidak terdapat biota yang berbahaya, dan memiliki jarak ketersediaan air 762,02 meter darishoreline. Tingkat kesesuaian lahan Pantai Kunir tergolong dalam kategori sangat sesuai untuk dijadikan daerah tujuan wisata. Katergori tingkat kesesuaian lahan pantai tersebut berdasarkan hasil klasifikasi dari semua indikaator. Indikator  yang menunjukkan pantai ini sangat sesuai untuk dijadikan daerah tujuan wisata yaitu, rata-rata lebar gisik yang lebih dari 15%, rata-rata kemiringan gisik yang kurang dari 10%, kecepatan angin kurang dari 18km/jam, dan tidak terdapat biota berbahaya. Berdasarkan Jarak ketersediaan air, Pantai Kunir masuk kateogori sesuai yaitu diantara 500-1000 meter dari shoreline.Penutup lahan yang dililiki Pantai Kunir masuk dalam kategori kurang sesuai. Penutup lahan pandan laut yang ada di Pantai Kunir tumbuh secara alami dan lebat sehingga menjadikan ruang berteduh yang terbatas untuk wisatawan.