SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Peternak Sapi Perah Di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek

Zyndhi Nila Falupi

Abstrak


ABSTRAK

 

Falupi, Zyndhi Nila. 2014. Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Peternak Sapi Perah Di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sumarmi, M,Pd (2) Drs. Soetjipto, M.Pd.

 

Kata Kunci : Peternak Sapi Perah, Kondisi Sosial, Kondisi Ekonomi.

 

Kecamatan Bendungan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha peternakan Sapi perah dan merupakan salah satu sasaran pengembangan wilayah dengan populasi ternak terbesar di Kabupaten Trenggalek. Perkembangan usaha peternakan Sapi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya akibat peningkatan permintaan susu dan daging. Sumber Daya Manusia yang baik sangat dibutuhkan dalam kemajuan usaha ternak sapi perah ini, yang kelak akan mempengaruhi keuntungan di bidang perekonomiannya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat peternak sapi perah di Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tabulasi tunggal. Data yang diperoleh ini merupakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara. Jumlah sampel yang diambil adalah sejumlah 79 orang yang tergabung dalam anggota koperasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat peternak sapi perah di kecamatan Bendungan sebanyak 44% peternak hanya mengenyam bangku SD, 95% berstatus kawin dan sebanyak 94% tergabung dalam kelompok tani sebagai sarana musyawarah dan saling membantu dalam pekerjaan. Pendapatan peternak sapi perah di kecamatan Bendungan sebanyak 38% berkisar Rp 3.500.000-4.500.000. Sebagian besar mereka masih bisa menyisihkan penghasilan untuk ditabung setelah penghasilan kotor dikurangi dengan jumlah biaya perawatan ternak, biaya tenaga kerja dan pengeluaran keluarga. Hal ini membuktikan bahwa dari hasil ternak sapi perah cukup menguntungkan ditambah lagi dengan pengeluaran biaya hidup yang sedikit namun pendapatan yang diperoleh peternak sapi perah ini belum maksimal perlu upaya untuk lebih meningkatkan penghasilan.

Saran bagi pemerintah adalah dengan meningkatkan peranannya yang  sangat dibutuhkan dalam kemajuan usaha ini dengan meningkatkan SDM melalui penyuluhan, pembinaan, pemberian bantuan modal untuk meningkatkan skala usaha serta perbaikan sistem pemasaran serta meningkatkan nilai ekonomis susu perah menjadi produk olahan lain.