SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KERAWANAN BANJIR DI AREA SEPANJANG SUNGAI BENGAWAN SOLO KABUPATEN LAMONGAN

Abdullah Arif Kurnia

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurnia, Abdullah Arif. [2014]. Studi Kerawanan Banjir di Area Sepanjang Sungai Bengawan Solo Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si. (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata kunci: satuan lahan, kerawanan banjir, sejarah banjir, tipologi kawasan.

 

Kerawanan banjir di Lamongan diindikasikan oleh beberapa hal, yaitu kondisi topografi wilayah yang datar, berada pada wilayah outlet sungai, dilalui oleh sungai besar, intensitas hujan yang tidak normal, alih fungsi DAS Hulu, pengelolahan DAS Hilir yang kurang tepat, dan rapatnya jaringan drainase. Selama 10 tahun terakhir mulai tahun 2002-2010 terjadi bencana banjir di Kabupaten Lamongan sebanyak 20 kali. Berdasarkan berita yang di lansir PKKK tahun 2008 menyebutkan bahwa 138 lahan pertanian dengan luas 28 hektar terendam banjir dan 76 warga mengalami rawat jalan. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang “Studi Kerawanan Banjir Sepanjang Sungai Bengawan Solo Kabupaten Lamongan”.

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristek satuan lahan, kondisi kerawanan bencana banjir, dan penyebab terjadinya banjir. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Objek penelitian yaitu area sepanjang sungai bengawan solo Kabupaten Lamongan. Lokasi penelitian dibedakan atas tipologi dataran banjir dan sempadan sungai. Sampel didapatkan dari peta satuan lahan hasil overlay peta kemiringan lereng, bentuk lahan, jenis tanah, dan penggunaan lahan pada setiap tipologi kawasan. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Tekhnik analisis yang digunakan yaitu skoring.  Analisis yang digunakan yaitu deskriptif.

Karakteristik satuan lahan pada daerah penelitian yaitu: seluruh satuan lahan memiliki kemiringan lereng 0-7 %. Terdapat 3 bentuk lahan berupa dataran fluvio-marine (B.3), basin aluvial (A.3), dan dataran tektonik bergelombang (T.11.2). Terdapat 4 penggunaan lahan berupa sawah irigasi, sawah tadah hujan, permukiman, dan rawa. Terdapat 3 jenis tanah berupa Inceptisol, Alfisol, dan Histosol. Kerawanan banjir pada tipologi dataran banjir terdiri dari 3 kriteria, yaitu kriteria sangat rawan, rawan, dan sedang. Kriteria sangat rawan terdapat pada satuan lahan I B.3 St Incep. Kriteria rawan terdapat pada satuan lahan I B.3 Si Incep, I B.3 Pk Incep, I A.3 Rw Incep, I B.3 Si Alfi, dan I B.3 Si His. Kriteria sedang terdapat pada satuan lahan I T.11.2 St Alfi. Kerawanan banjir pada tipologi sempadan sungai terdiri dari dua kriteria, yaitu sangat rawan dan rawan. Kriteria sangat rawan terdapat pada satuan lahan I B.3 Si Incep dan I B.3 Pk Incep.Kriteria rawan terdapat pada satuan lahan I B.3 Tg Incep. Penyebab banjir di Lamongan yaitu luapan Sungai Bengawan Solo, kerapatan saluran drainase, dan intensitas hujan tinggi.