SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas-X MAN 3 Malang

Zakiyatul Lutfiyah

Abstrak


ABSTRAK
Lutfiyah, Zakiyatul. 2014. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Dengan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas-X MAN 3 MALANG.Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd., M.Si, (II) Satti Wagistina, SP. M.Si.
Kata Kunci :  Model Pembelajaran Group Investigation, Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
    Kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu diterapkan dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA). Meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, membutuhkan suatu model pembelajaran yang tepat.Problem Based Learning dan Group Investigation adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas-X MAN 3 Malang, dan untuk mengetahui mana yang lebih tinggi nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MAN 3 Malang antara model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning.
    Penelitian ini dirancang menggunakan eksperimen semu yaitu posttest control group a design dengan dua kelas eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah Kelas X-IPA2 (eksperimen 1) mendapat perlakuan model pembelajaran Group Investigation (GI), dan kelas X-IPA1 (eksperimen 2) mendapat perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen penelitian berupa soal essai tes kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang dikumpulkan setelah pemberian perlakuan model pembelajaran. Instrument penelitian akan diuji coba menggunakan validitas dan reliabilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t yang dapat diselesaikan dengan bantuan program SPSS 16,00 for Windows.
    Hasil analisis data diketahui bahwa 78,48 adalah rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas eksperimen 1, sedangkan 83,33 adalah rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada kelas eksperimen 2. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,010. Jadi nilai signifikansi 0,010 > 0,025, maka H0 ditolak. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi menggunakan model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning, dan nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas-X MAN 3 Malang yang menggunkan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada menggunakan model pembelajaran Group Investigation.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar model pembelajaran Group Investigation dengan Problem Based Learning dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi atmosfer. Bagi pihak sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas yang mendukung berupa sumber belajar dan fasilitas wifi yang menjangkau  ke dalam kelas. Bagi guru disarankan untuk membuat RPP yang sesuai dalam pelaksanaan model pembelajaran GI dan PBL, sedangkan untuk peneliti lanjut disarankan agar mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam model pembelajaran GI dan PBL.