SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PEMILIK INDUSTRI KERAJINAN TANGAN DI DAERAH SENTRA HOME INDUSTRY HANDICRAFT DESA TUTUL KECAMATAN BALUNG KABUPATEN JEMBER

Ahmad Wildan Ramadhani

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhani, Ahmad Wildan. 2014. Faktor-Faktor yang Berkaitandengan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Pemilik Industri KerajinanTangandi Daerah Sentra Home Industry Handicraft Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I NyomanRuja, SU, (II) Dra. YuswantiAriani W, M.Si.

 

Kata Kunci: tingkat kesejahteraan rumah tangga, industri kerajinan tangan (Home Industry Handicraft)

 

Kesenjangan tingkat kesejahteraan merupakan fenomena sosial yang marak terjadi di masyarakat. Faktor yang mempengaruhi kesenjangan tersebut salah satunya adalah jenis pekerjaannya. Jenis pekerjaan yang banyak menjadi mata pencaharian masyarakat pedesaan adalah industri rumah tangga (Home Industry).

Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember adalah salah satu daerah Sentra Home Industry Handicraft. Adanya 1.057 home industry yang beroperasi di Desa Tutul, mampu menyerap banyak tenaga kerja (BPS Jember dalam angka, 2010). Berdasarkan observasi awal diperoleh informasi bahwa terdapat tingginya kesenjangan tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Tutul dan tingginya kesenjangan tingkat pendapatan antar pemilik home industry handicraft,serta faktor-faktor berkaitan dengan tingkat kesejahteraan tersebut. Pada penelitian ini faktor-faktor tersebut dibatasi sehingga menyisakan faktor jumlah pendapatan, modal produksi, variasi produk, lama usaha, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei.  Populasi pada penelitian ini sebanyak 1.057 KK.  Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini dihitungdenganmenggunakanrumusSlovinyang menghasilkan 91 KK sebagai responden dengan persentase toleransi 10%. Seluruh populasi dianggap memiliki keriteria yang sama antar satu dan lainnya yaitu sama-sama sebagai pemilik home industry handicraft di Desa Tutul. Oleh karena itu, Dusun Kebon dijadikan sebagai sub daerah atau sample area pada penelitian ini karena memilikijumlahhome industry handicraftterbanyak di Desa Tutul dibandingkan dengan ketiga dusun lainnya. Sedangkan untuk menentukan siapa saja yang menjadi responden penelitian, dilakukan teknik Simple Random Sampling.

Hasilpenelitian ini mendeskripsikan mengenai tingkat kesejahteraan pemilik home industry handicraft di Desa Tutul. Sedangkan hasil analisisdata mendeskripsikan bahwaadanyaketerkaitanantarajumlah pendapatan, modal produksi, jumlah variasi produk, lama usaha, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga dengan tingkat kesejahteraan keluarga pemilik home industry handicraft di Desa Tutul.