SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Transformasi Mata Pencaharian dari Sektor Pertanian ke Sektor Non Pertanian Di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

Cindya Alfi

Abstrak


ABSTRAK

 

Alfi, Cindya. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Transformasi Mata Pencaharian dari Sektor Pertanian ke Sektor Non Pertanian Di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani W, M.Si (II) Dr. Singgih Susilo M.Si, M.S

 

Kata Kunci: transformasi mata pencaharian, sektor pertanian, sektor non pertanian

 

Pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi tumpuan ekonomi penduduk di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Hal ini karena sektor tersebut mampu menampung jumlah tenaga kerja yang besar.  Berdasarkan hasil sensus pertanian 2013 terjadi penurunan jumlah rumah tangga pertanian sebanyak 57,79%. Penurunan tersebut berkaitan dengan pendapatan sektor pertanian yang rendah. Sehingga banyak dari penduduk yang melakukan transformasi mata pencaharian dari sektor pertanian ke non pertanian.

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya transformasi mata pencaharian dari sektor pertanian ke  non pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan  metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 99 responden. Analisis yang digunakan berupa tabulasi tunggal, tabulasi silang dan uji korelasi (product moment).

Hasil penelitian menunjukkan terjadi transformasi mata pencaharian dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Hasil tersebut sebagai berikut: (1) ada korelasi antara tingkat pendidikan dan luas lahan pertanian dengan transformasi mata pencaharian (2) tidak ada korelasi antara umur dan beban tanggungan dengan transformasi mata pencaharian. Kesimpulan dari penelitian ini  adalah faktor yang mempengaruhi transformasi berupa tingkat pendidikan dan luas lahan, jenis pekerjaan setelah transformasi bervariasi serta pendapatan sesudah transformasi mengalami peningkatan. Dalam penelitian ini utamanya pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan berkaitan dengan harga produk pertanian agar pendapatan petani per satuan luas dapat meningkat mengingat luas lahan yang sempit.