SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Berbasis Geographycal Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Bululawang Kabupaten Malang

Novia Purwaningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Purwaningsih, Novia. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Berbasis Geographycal Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 3 SMAN 1 Bululawang Kabupaten Malang.  Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (2) Drs. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata Kunci: STAD berbasis Geographycal Inquiry, Kemampuan Berpikir Kritis

 

Hasil observasi awal yang dilakukan saat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diketahui bahwa siswa kelas XI IPS 3 mempunyai kemampuan berpikir kritis yang masih rendah. Guru sebagai sumber utama pembelajaran dan buku pegangan yang dimiliki siswa hanya Lembar Kerja Siswa (LKS). Akibatnya, ketika di berikan permasalahan yang terkait dengan materi siswa kurang mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah tersebut. Dalam pembelajaran, masih didominasi oleh guru yang aktif, hanya beberapa siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran.

Tujuan penerapan model pembelajaran STAD berbasis geographycal inquiry yaitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis geografi siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Bululawang. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih mengikuti pelajaran geografi dengan baik serta mampu merangsang siswa untuk mengemukakan ide- ide kreatif sehingga pola berpikir kritis siswa juga akan berkembang.

Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Peneliti terlibat langsung selama proses penelitian berlangsung. Peneliti dibantu guru geografi dan 3 orang sebagai observer. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data kemampuan berpikir kritis dilakukan dengan memberikan tes pada setiap akhir siklus. Penelitian dilakukan dikelas XI IPS 3 SMAN 1 Bululawang dengan jumlah siswa 33 orang, pada materi pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 74,47 dengan 53% siswa tuntas dan 47% tidak tuntas mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu ≥ 75. Pada siklus II nilai rata-rata sebesar 79,78 dengan siswa yang tuntas sebesar 81% dan 19% siswa yang tidak tuntas mencapai SKM. Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I sebesar 74,47 ke siklus II sebesar 79,78 yaitu 5,31. Peningkatan siklus I dan

siklus II cukup signifikan dikarenakan selisih nilai rata-rata tidak terlalu banyak, akan tetapi secara tidak langsung sudah terjadi peningkatan.

Penerapan model STAD berbasis geographycal inquiry perlu memperhatikan alokasi waktu dan pengelolaan kelas yang baik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.