SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Sosial Ekonomi dan Minat Bersekolah Anak Putus Sekolah pada Pendidikan Dasar (SMP) di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang

Ahmad Nur Saifudin Zuhri

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Nur, Ahmad. 2014. Kondisi Sosial Ekonomi dan Minat Bersekolah Anak Putus Sekolah Pada Pendidikan Dasar (SMP) di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si, (2) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd

 

 

Kata Kunci: Kondisi sosial ekonomi, minat bersekolah, anak putus sekolah

 

Kualitas pendidikan dapat diketahui dari tinggi rendahnya jumlah anak yang putus sekolah dalam suatu negara. Di Indonesia, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2013 menunjukkan  rata-rata nasional angka putus sekolah usia 7–12 tahun mencapai 0,67 persen atau 182.773 anak, usia 13–15 tahun sebanyak 2,21 persen, atau 209.976 anak, dan usia 16–18 tahun semakin tinggi hingga 3,14 persen atau 223.676 anak, sebagai  penyebabnya ialah tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah dan tidak adanya minat anak untuk bersekolah. Kabupaten Malang termasuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang masih memiliki anak putus sekolah tercatat ada 400 anak pada tahun 2012 di tingkat SD, SMP, SMA. Pemerintah daerah sebenarnya telah berusaha untuk mengatasi anak putus sekolah ini tapi realitanya masih terdapat anak putus sekolah di Kabupaten Malang.

            Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Mendeskripsikan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan dan beban tanggungan orang tua anak putus sekolah, (2). Mendeskripsikan minat bersekolah anak yang putus sekolah

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 66 untuk responden orang tua dan 71 responden anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dokumentasi dan observasi. Analisis yang digunakan adalah tabulasi tunggal.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1).Tingkat pendidikan orang tua yang mempunyai anak putus sekolah sebagian besar ialah SD,  (2). Jenis pekerjaan orang tua anak putus sekolah sebagian besar ialah buruh tani, (3). Tingkat pendapatan orang tua anak putus sekolah sebagian besar masih dibawah upah minimum Kabupaten Malang (4). Beban tanggungan orang tua yang mempunyai anak putus sekolah paling banyak yaitu 3 orang. (5). Minat bersekolah  dipengaruhi oleh 3 indikator yaitu keinginan, dukungan orang tua dan penentuan karir anak masa depan. Berdasarkan hasil penelitian, keinginan atau harapan anak untuk melanjutkan sekolah masih besar. Dukungan orang tua dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mengatakan ketika masih sekolah orang tua selalu mendukung mereka dalam belajar. Penentuan karir masa depan anak dalam penelitian ini mayoritas hal yang dilakukan anak setelah tidak melanjutkan sekolah ialah bekerja.