SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Kesehatan Lingkungan di Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk

Muhamad Naslil Muna

Abstrak


ABSTRAK

 

Muna, Muhamad Naslil. 2014. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Kesehatan Lingkungan di Desa Pelem Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Yusuf Idris.

 

Kata kunci: kesehatan lingkungan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan

 

Kesehatan lingkungan merupakan hal dasar yang mempengaruhi kehidupan manusia. Masyarakat desa Pelem masih ada yang belum mengetahui pentingnya menjaga kesehatan lingkungan terlihat dari banyaknya sampah di sungai, masih adanya rumah yang tidak layak huni. Hal-hal tersebut banyak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendapatan masyarakat yang kurang  sehingga kurang memperhatikan kualitas kesehatan lingkungan.

Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan kesehatan lingkungan yang ada di desa Pelem. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Data diperoleh melalui angket dan lembar observasi yang diberikan kepada 100 responden masyarakat desa Pelem. Data hasil angket kemudian dianalisis dengan tabulasi (silang dan tunggal) dan analisis korelasi untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan dengan kesehatan lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan yang telah ditempuh para  responden di Desa Pelem didominasi oleh lulusan SMA 36% dan Sekolah Dasar sebanyak 26%. Tingkat pendapatan masyarakat di Desa Pelem sebagian besar berkisar antara Rp. 1.000.000 sampai Rp. 2.000.000 yang mayoritas bekerja sebagai pedagang dan karyawan swasta. Kondisi kesehatan lingkungan di desa Pelem termasuk dalam kategori baik. Namun, masih ada penduduk yang membuang sampah di sekitar lahan kosong karena belum ada tempat pembuangan sampah akhir.

Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif antara tingkat pendidikan dengan kesehatan lingkungan yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi r=0,696. Sedangkan nilai koefisien korelasi antara tingkat pendapatan dengan kesehatan lingkungan sebesar r=0,721. Hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan atau pendapatan seseorang maka kualitas kesehatan lingkungan semakin meningkat

Berdasar hasil tersebut, disarankan: (1) Diperlukan survey kembali tentang pengelolaan sampah terutama di daerah dengan pemukiman padat penduduk, (2) Penyediaan sarana tempat pembuangan sampah akhir, sehingga dapat meminimalisir pembuangan sampah di sembarang tempat, dan pengelolaan sampah menjadi lebih baik, (3) Peningkatan program tentang kesehatan lingkungan seperti penyuluhan dan sosialisasi yang dapat dengan mudah dipahami dan diterima masyarakat melalui organisasi-organisasi desa seperti karang taruna, PKK dan sebagainya.