SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Geografi di SMPN 8 Malang.

Fery Mufarokhah

Abstrak


ABSTRAK
Mufarokhah, Fery. 2007. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis
Masalah Terhadap Hasil Belajar Geografi di SMPN 8 Malang. Skripsi, Jurusan
Pendidikan Geografi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.
Zaini Hasan, M.Sc, Ph.D, (II) Drs. Yusuf Suharto
Kata kunci: Model Pembelajaran, Berbasis Masalah, Hasil Belajar
Upaya peningkatan mutu pendidikan salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan
pendekatan konstruktivis. Untuk mendukung penerapan pendekatan konstruktivis diperlukan
pembelajaran yang menekankan pada siswa untuk secara aktif memperoleh pengetahuannya.
Salah satu model pembelajaran yang memenuhi kriteria tersebut adalah pembelajaran berbasis
masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang ditujukan untuk
membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan melatih
siswa untuk belajar mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar geografi
antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa
yang menggunakan model ekspositori. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ada perbedaan
hasil belajar geografi yang signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan model
pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan menggunakan model ekspositori.
Penelitian ini didesain dengan Quasi Experiment menggunakan subjek siswa kelas VIII
SMPN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007. Subjek terdiri dari 2 kelas yang diambil dari 8 kelas
yaitu kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai kelas kontrol. Instrumen
penelitian ini berupa tes hasil belajar. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t dengan
menggunakan program SPSS 10.0 for Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai ratarata
hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai
rata-rata kelas eksperimen sebesar 20,05, sedangkan kelas kontrol sebesar 14,98 dengan t hitung
2,184 dengan signifikansi 0,05. Dengan demikian, t hitung > t tabel yaitu 2,184 > 1,988 dan sig
(0,032) < 0,05, maka hipotesis penelitian diterima artinya terdapat perbedaan hasil belajar
geografi yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) terdapat perbedaan hasil belajar geografi
antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa
yang belajar dengan menggunakan model ekspositori (2) hasil belajar geografi siswa yang
belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa
yang belajar dengan menggunakan model ekspositori.
Dari hasil penelitian ini disarankan kepada guru khususnya guru bidang studi geografi
untuk menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan dan subjek yang
sesuai sebagai salah satu alternatif untuk menjadikan siswa aktif dalam proses pembelajaran.

Teks Penuh: DOC PDF