SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMANFAATAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) DI DESA CANGGU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI

VIYA GUNTARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Guntari, Viya. 2014. Pemanfaatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Di Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si

 

Kata Kunci: Sosial-ekonomi, tingat kesejahteraan, pemanfaatan PNPM

 

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dibawah Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan atau kesejahteraan masyarakat. Progam PNPM terbagi berdasarkan daerah yaitu PNPM Mandiri Perkotaan dan PNPM Mandiri Pedesaan. PNPM Mandiri Pedesaan memiliki atas dua sasaran program yaitu program peningkatan sarana-prasarana dan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Pelaksanaan Program PNPM SPP sebagi modal usaha, dalam kurun waktu tertentu dijumpai dalam pemanfaatanya sebagai keperluan pribadi rumah tangga. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan dan informasi mendalam mengenai pemanfaatan PNPM SPP di masyarakat.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan dan menjelaskan mengenai kondisi sosial-ekonomi, kesejahteraan, dan pemanfaatan PNPM SPP di Desa Canggu Kabupaten Kediri.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dan termasuk dalam jenis penelitian survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terpimpin, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik tabulasi silang dengan persentase.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh hasil yaitu (1) sebagian besar penerima PNPM berpendidikan sampai SMP/MTs, mayoritas sebagai pedagang dan berpendapatan rendah sampai sedang, (2) sebagian besar masayarakat penerima PNPM SPP tergolong pada keluarga sejahtera II (3) pelaksanaan PNPM SPP masih belum tepat sasaran diberikan kepada masyarakat yang tergolong pada keluarga sejahtera III dan plus, (4) pemanfaatan PNPM SPP sebagian besar dipergunakan oleh kepala keluarga atau suami sebagai modal usaha ekonomi keluarga yang mayoritas di sektor perdagangan, (5) pemanfaatan PNPM SPP oleh keluarga dijumpai sebagai pemenuh kebutuhan pribadi rumah tangga dan tidak dipergunakan sebagai modal usaha. Pelaksanaan PNPM SPP belum berjalan maksimal dan masih terjadi salah sasaran. Penyeleksian calon penerima SPP perlu dilakukan dan pengawasan atau monitoring melalui aparat pemerintah baik tingkat Desa maupun Kecamatan agar pelaksanaan PNPM SPP sesuai dengan tujuan dari program tersebut yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.