SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SLAMBUR KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN

ERVA SUSMININGRUM

Abstrak


ABSTRAK

 

Susminingrum, Erva. 2014. Analisis Perubahan Fungsi Lahan Dan Pendapatan masyarakat di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Prof. Dr. Ach Fatchan, M.Pd. M.Si(II) Dra.Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata kunci: Lahan sawah, alih fungsi lahan, pendapatan.

 

Sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi yang  besar bagi masyarakat Indonesia, namun seiring perkembangan zaman sektor pertanian kurang diminati  oleh sebagian besar masyarakat, sehingga tidak menutup kemungkinan lahan pertanian yang dimilikinya dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian. Hal ini juga terjadi di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Desa Slambur termasuk daerah Rural Urban Fringe yaitu daerah jalur yang berada diantara desa dan kota. Letaknya yang strategis sehingga mengalami kemajuan cukup pesat, terlihat dengan semakin banyaknya pemukiman, pertokoan, perbengkelan, serta Industri kecil lainnya.

Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tentang luas lahan alih fungsi dari pertanian ke non pertanian tahun 2005-2012 dan kondisi pendapatan masyarakat akibat alih fungsi lahan di Desa Slambur Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey, dengan responden kepala keluarga yang mengalih fungsikan lahan dari pertanian  ke non pertanian dari tahun 2005-2012. Jumlah responden 30 Kepala Keluarga. Menggunakan penelitian ex post facto. Metode analisis menggunakan analisis tabulasi tunggal dan tabulasi silang.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa luas lahan pertanian yang dialih fungsikan dari tahun 2005-2012 di Desa Slambur sebanyak 29,600 m2 atau 2,9 hektar yang mana di dominasi oleh Kepala keluarga dengan pendidikan terakhir tamat Sekolah Menengah Atas. Sedangkan penggunaan lahan alih fungsi  oleh responden digunakan untuk pertokoan, swalayan, peternakan, industri kecil serta bangunan.Setelah terjadinya alih fungsi lahan ke non pertanian pendapatan responden meningkat, sebelum alih fungsi lahan memiliki pendapatan per bulan dengan rata-rata Rp 1.900.000 mengalami peningkatan menjadi Rp 2.800.000.

Bagi pemerintah perlunya suatu persiapan pengembangan yang merupakan usaha bersama antara pemerintah kabupaten dengan propvinsi, hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi stagnasi pelaksanaan pengembangan di masa depan. Untuk itu perlu adanya master plan yang baik. Sedangkan bagi masyarakat sebelum mengalih fungsikan lahan pertanian ke non pertanian masyarakat harus benar-benar memikirkan prospek kedepannya apakah nantinya dengan pengalih fungsian tersebut akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi terhadap pendapatannya. Selain itu masyarakat harus bisa memanfaatkan lahan yang sudah dialih fungsikannya dengan berbagai upaya agar pendapatannya tidak lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengalih fungsian lahan. Salah satu upaya yang seharusnya dilakukan yaitu melalui promosi yang menarik agar apa yang diusahakannya tidak merugi.