SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMEBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATAKAN KEAKTIFAN DAN MINAT BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 SMAN 1 KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR

Ayu Tri Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Ayu Tri. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Minat Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto M.Si., (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: model pembelajaran Student Teams Achievement Division STAD keaktifan belajar, minat belajar

  

Peningkatan mutu pendidikan perlu adanya perubahan pembelajaran yang ada pada sekolah dengan menggunakan model pembelajaran. Pada pembelajaran di kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar belum menggunakan model pembelajaran yang di dalamnya terdapat interaksi satu sama lain. Berdasarkan hasil observasi keaktifan dan minat belajar siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Kademangan Blitar masih rendah. Faktor penyebabnya antara lain lain guru geografi tidak menggunakan model pembelajaran.

Alternatif yang dapat dilakukan guru yaitu menggunakan model pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran kelompok, yaitu pembelajaran STAD.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan mengetahui apakah STAD dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2. Instrumen yang digunakan antara lain: pedoman wawancara untuk guru dan siswa, lembar catatan lapangan, lembar observasi keterlaksanaan penerapan STAD, lembar observasi keaktifan belajar, angket minat belajar, dan dokumen pembelajaran STAD. Dokumen pembelajaran STAD berisi: (1) LKS, (2) kuis, (3) hasil skor kemajuan individual, dan (4) hasil skor tim. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan minat belajar. Rata-rata keaktifan siswa secara klasikal pada siklus I dan siklus II sebesar 70,90%  dan 82%. Rata-rata minat belajar siswa secara klasikal sebelum dan sesudah pembelajaran STAD sebesar 67,52% dan 77,25% . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa STAD dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa.

Saran yang diajukan untuk kepala sekolah adalah perlunya penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektifitas pembelajaran. Sedangkan bagi guru disarankan untuk menggunakan STAD sebagai model pembelajaran alternatif.