SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Profil dan Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Malang

Gabrela Sabatini

Abstrak


ABSTRAK

 

Sabatini, Gabrela. 2014. Profil dan Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M. Si, (II) Satti Wagistina, S.P, M. Si.

 

Kata Kunci: profil, pemberdayaan, anak jalanan.

 

Fenomena anak jalanan belakangan ini menjadi masalah sosial yang penting dalam kehidupan perkotaan. Keberadaan mereka seringkali menimbulkan berbagai masalah lalu lintas, ketertiban, keamanan dan kenyamanan kota. Munculnya anak jalanan umumnya dipengaruhi oleh rendahnya perekonomian keluarga. Jumlah anak jalanan terus meningkat tiap tahunnya. Anak jalanan melakukan segala jenis pekerjaan yang dapat mengganggu pendidikan, membahayakan keselamatan, kesehatan serta tumbuh kembangnya. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan anak jalanan yakni pemberdayaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan pemberdayaan yang diminati anak jalanan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan tabulasi tunggal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anak jalanan di Kota Malang paling banyak berada pada golongan usia 10 – 13 tahun (38,24%), berjenis kelamin laki-laki (77,94%), sebesar 69,12% memiliki tingkat pendidikan yang rendah (tingkat pendidikan terakhir yang ditempuh hanya sampai SD), bekerja sebagai pengamen (80,88%), beralasan menjadi anak jalanan karena keinginan untuk membantu orang tua (52,94%), dan memiliki jam kerja antara 6 – 8 jam per harinya (45,59%). Kelompok anak jalanan di Kota Malang didominasi oleh kelompok anak yang rentan menjadi anak jalanan (67,65%) dengan ciri-ciri masih memiliki hubungan teratur dengan keluarganya (67,65%), tinggal dengan orang tuanya (70,59%), dan sudah putus sekolah atau tidak pernah sekolah (58,82%). Pemberdayaan yang paling banyak diminati yakni pelatihan keterampilan otomotif (25%).

Saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi Pemerintah Kota Malang hendaknya memberikan sarana pendidikan berupa beasiswa atau memasukkan mereka pada pendidikan luar sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan anak jalanan melalui kejar paket A dan B, memberikan pemberdayaan bagi orang tua anak jalanan melalui program kewirausahaan. Dinas Sosial menunjuk mitra kerja dalam upaya pemberdayan, memberikan pelatihan keterampilan yang lebih variatif sesuai potensi anak jalanan, dan memberikan sertifikat keikutsertaan pelatihan keterampilan; (2) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengambil sampel anak jalanan dengan jenis pekerjaan yang lebih variatif dan lokasi-lokasi penelitian yang berbeda. Selain itu, diperlukan pendekatan dan waktu yang lebih lama, serta wawancara dengan beberapa orang tua anak jalanan agar dapat mengetahui kondisi dan latar belakang anak memutuskan untuk turun ke jalanan.