SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

StudiTenagaKerja Industri Batu Bata di Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung

Rinanda Widia Kartika

Abstrak


ABSTRAK

 

Kartika, Rinanda Widia. 2014. StudiTenagaKerja Industri Batu Bata di Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Skripsi, JurusanGeografi FIS UniversitasNegeri Malang. Pembimbing :(I) Dr. Singgih Susilo, M.S.,M.Si (II) Satti Wagistina, Sp., M.Si

 

Kata kunci : pekerja Industri batubata, kontribusi, dan penggunaan lahan.

 

Desa Tiudan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung yang mempunyai potensi dalam bidang industri batubata yang terkenal di Kabupaten Tulungagung dengan mayoritas pembuat batu bata terbanyak. Penelitian ini dilaksananya bertujuan untuk mengetahui ;1)bagaimana katarteristik aktivitas pekerja industri batubata di Desa Tiudan; 2) agaimana kontribusi pendapatan pekerja industri batubata terhadap ekonomi keluarga responden di Desa Tiudan;3) bagaimana penggunaan lahan pekarangan pasca pembuatan industri rumah tangga batubata.Penelitian ini dilakukan diDesa Tiudan,Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung dengan sampel warga yang memiliki usaha industri batubata. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptifdenganpendekatankuantitatif. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetode surveydenganmenggunakankuisioner/angket. Analisis yang digunakanadalahanalisisdeskriptifdenganmenggunakantabelpersentase.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik tenaga kerja Industri batu bata di desa Tiudan sangat tinggi, dapat dilihat bahwa pekerjaan pengrajin batu bata  merupakan pekerjaan pokok.Kontribusi  pendapatan pokok  rata-rata dari seluruh responden lebih dari 70 persen sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pokok yang digeluti untuk  memenuhi kebutuhan hidup responden selama satu bulan dapat terpenuhi dan masih mendapat sisa uang dijadikan tambahan modal usaha kembali. Penggunaan lahan pasca produksi mayoritas responden memanfaatkannya untuk dijadikan tempat sampah sementara dalam jangka pendek, nantinya ketika sampah itu sudah penuh akan di kubur dengan tanah lalu dalam jangka panjang di bangun rumah. Adapun temuan  penelitian adalah karakteristik tenaga kerja industri batubata di Desa Tiudan cenderung tinggi, dengan kontribusi diatas 70 persen responden dapat mengandalkan industri batubata sebagai mata pencaharian dan untuk pengggunaan lahan  responden yang status pekerjaannya sebagai pemilik industri besar ataupun pengepul tidak pernah mengali lahan pekarangan atau mengambil bahan baku untuk pembuatan batu bata di pekarangan sendiri, namun dari awal memulai usaha mereka konsisten untuk membeli tanah di daerah lain.

Adapun saran yang dapat dikemukakan akan lebih baik jika memberikan penyuluhan untuk warga desanya agar memanfaatkan (jangkapendek) lahan bekas galian industri yang masih dibiarkan mengangga tanpa ada tindakan apapun untuk di manfaatkan kembali agar tidak menimbulkan sarang penyakit seperti banyaknya nyamuk akibat lahan tersebut tergenang air ketika hujan, hendaknya dibentuk organisasi pengrajin batu bata  agar para pengrajin tersebut mempunyai wadah aspirasi dalam mengembangkan usaha mereka.