SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Malang Pada Materi Lingkungan Hidup

Evada Kurnia Saputri

Abstrak


ABSTRAK

 

Saputri, Evada Kurnia. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Malang Pada Materi Lingkungan Hidup. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd, M.P (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kritis

 

Hasil observasi awal pada saat pembelajaran geografi berlangsung di SMA Negeri 5 Malang pada tanggal 12 dan 13 november 2013 diketahui bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru sehingga siswa kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan terlibat langsung di dalam proses pembelajaran. Pembelajaran hanya berorientasi pada target penguasaan materi dan kurang dapat menganalisis permasalahan nyata yang berkaitan dengan materi pelajaran. Hal ini membuat kemampuan berpikir kritis rendah, diketahui dari nilai Pra tindakan terdapat keseluruhan siswa atau 100% dari jumlah siswa yang belum tuntas. Oleh karena itu, perlu diatasi dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di dalam kelas.

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 5 Malang dengan menerapkan pembelajaran model Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Kegiatan pembelajaran terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPS 1 SMAN 5 Malang dengan jumlah siswa 32 orang, pada materi Lingkungan Hidup. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Kemampuan berpikir kritis siswa di dalam kelompok mengacu pada pedoman lembar observasi sedangkan untuk mengukur hasil kemampuan berpikir kritis siswa digunakan tes pada siklus I dan siklus II. Hasil observasi dan tes siswa dianalisis menggunakan tabel persentase.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Malang. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis secara kelompok pada siklus I sebesar 51,36%  dan meningkat 78,18% pada siklus II. Selain kemampuan berpikir kritis secara kelompok, hasil kemampuan berpikir kritis secara individu mengalami peningkatan yaitu pada Pra tindakan dari 38,80% meningkat menjadi 55,60% pada siklus I kemudian meningkat menjadi 77,86% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Secara umum, penerapan model PBL sudah baik, namun memerlukan beberapa perbaikan pada beberapa tahapan pembelajaran model PBL. Kesulitan yang dihadapi di dalam kelas adalah kurang maksimalnya kinerja masing-masing individu di dalam kelompok, hal ini yang membuat beberapa siswa terlihat kesulitan di dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.