SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Kemampuan Berpikir Analitis Materi Hidrosfer Siswa Kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang

Anjar Mutiara Rissanti

Abstrak


Rissanti, Anjar Mutiara. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Kemampuan Berpikir Analitis Materi Hidrosfer Siswa Kelas X IPS 4 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd

 

Kata kunci: model PBL, keaktifan, kemampuan berpikir analitis

Pembelajaran geografi selain bertujuan mengajak siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas juga bertujuan mengembangkan beberapa kemampuan siswa salah satunya berpikir analitis. Kemampuan berpikir dan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dirasa kurang karena pembelajaran yang ada kurang mengasah kemampuan berpikir analitis siswa. Salah satu pembelajaran siswa yang dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir analitis siswa adalah PBL.

Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan kemampuan berpikir analitis siswa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dimana penelitian ini dilaksanakan di SMA 7 Malang. Sampel yang dipilih oleh peneliti adalah kelas X IPS 4. Penelitian ini menggunakan post-test setiap akhir siklus. Instrumen ini menggunakan soal esai yang diberikan setelah perlakuan.

Keaktifan awal siswa pada pra tindakan memiliki rata-rata 61.9 hal tersebut berbeda dengan siklus I yang sudah diberi perlakuan memiliki rata-rata 71.1. Peningkatan keaktifan juga terjadi pada siklus II dengan rata-rata 76.1. Peningkatan juga kemampuan berpikir analitis dari awal sebelum tindakan memiliki rata-rata 69.1, setelah tindakan siklus I memiliki rata-rata 77.9 kemudian mengalami peningkatan kembali pada siklus II memiliki rata-rata 86.5. dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir analitis siswa.

Saran yang diberikan pada kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir analitis siswa antara lain: 1) sekolah, khususnya bagian kurikulum disarankan menganjurkan guru menggunakan model pembelajaran PBL dalam proses pembelajaran dengan mengikut sertakan guru dalam latihan pembelajaran kooperatif; 2) guru harus merencakan pembelajaran mulai dari pembuatan RPP sebaik mungkin agar pengelolaan waktu saat pembelajaran lebih mudah dilakukan; 3) guru disarankan menggunakan model pembelajaran PBL pada materi-materi yang memiliki tingkat kesulitan dan perlunya pemacahan suatu permasalahan; 4) bagi peneliti lanjut sebaiknya mencoba menerapkan model PBL untuk diterapkan di kelas dengan materi yang sesuai.