SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS TENAGA KERJA DARI SEKTOR PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN DI KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG

NUR PUTRI LAILATUS SADIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Nur. 2013. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Tenaga Kerja Dari Sektor Pertanian Ke Non Pertanian Di Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang: Pembimbing (I) Dr. Budijanto, M.Sos Pembimbing (II) Drs. M. Yusuf Idris

 

Kata Kunci: Mobilitas,Sektor Pertanian, Sektor Non-Pertanian

Kecamatan Jogoroto adalah wilayah yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Kepadatan penduduk setiap tahun mengalami pertambahan membuat menyempitnya lahan bagi petani. Di Kecamatan Jogoroto, semakin tahun lahan petani yang ada semakin menyempit dan hampir tidak ada karena di alih fungsikan menjadi pemukiman penduduk. Dibuktikan dengan penggunaan lahan di Kecamatan Jogoroto sekarang 64% digunakan untuk pemukiman, 35% untuk sawah dan 1% tegalan. Lahan yang semakin menyempit ini berdampak terhadap pendapatan penduduk yang semakin kurang dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Menjadikan penduduk yang semula bermata pencaharian petani akan mencari alternatif pekerjaan lain yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mobilitas tenaga kerja sektor pertanian ke non pertanian di Kecamatan Jogoroto.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mobilitas tenaga kerja dan hubungan antara mobilitas tenaga kerja dengan faktot-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor-faktor tersebut adalah pemilikan luas lahan, pendapatan, umur, dan pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Subjek dalam penelitian ini yaitu para petani yang melakukan mobilitas tenaga kerja. Sampel penelitian diambil dari dua desa yang mewakili Kecamatan Jogoroto yaitu desa yang mengalami mobilitas yang tinggi dan memiliki karakteristik wilayah yang tidak sama, yakni desa Sukosari yang masih dalam lingkup pedesaan dan desa Sumbermulyo yang wilayahnya sudah mendekati pusat perekonomian di Kabupaten Jombang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% dari 100 responden tidak mempunyai lahan pertanian, 36% dari 100 responden mempunyai pendapatan