SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

SHOFIATUL MUFIDAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Mufidah, Shofiatul. 2014. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Petani akibat Alih Fungsi Lahan di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

 

Kata Kunci: alih fungsi lahan, kondisi sosial ekonomi petani, Kecamatan Kepanjen

Lahan pertanian merupakan salah satu sumber daya alam yang dimiliki oleh beberapa daerah di Indonesia yang tersebar tidak merata, sehingga pemanfaatannya harus digunakan secara arif dan bijaksana agar dapat terus produktif  ditengah dinamika pembangunan. Indonesia merupakan negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian sebagai basis utama perekonomian nasional. Keberadaaan sektor pertanian tidak terlepas dari ketersediaan lahan sebagai media utama dalam meningkatkan produktivitas sektor ini. Namun pada kenyataannya sekarang lahan yang tersedia semakin sempit seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan infrastruktur, telah menggeser pemanfaatan lahan pertanian berubah menjadi multifungsi pemanfaatan. Berubahnya pemanfaatan lahan pertanian ke non pertanian dapat disebut sebagai alih fungsi lahan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dilihat dari karakteristik sosial ekonomi petani, faktor alih fungsi lahan dan  perubahan kondisi sosial ekonomi petani akibat alih fungsi lahan. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian sensus/populasi dengan responden sebanyak 17 KK petani di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas analisis tabulasi tunggal untuk menggambarkan karakteristik umum responden dan analisis tabulasi silang untuk menggambarkan perubahan kondisi sosial ekonomi petani akibat alih fungsi lahan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) karakteristik sosial ekonomi responden 41,18% mempunyai usia produktif (47- 54 tahun) dan 100% berstatus kawin. Sejumlah 88,24% responden mempunyai beban tanggungan 4-6 orang, 58,82% hanya tamat SD dan 29,42% responden bekerja di sektor pertanian.Faktor utama yang menyebabkan alihfungsi lahan pertanian menjadi areal non pertanian disebabkan adanya kebijakan pemerintah (64,71%). Selain itu ada juga yang mempunyai alasan karena keinginan sendiri,bujukan dari tetangga dan lokasi lahan; (2) perubahan kondisi sosial ekonomi petani akibat alih fungsi lahan berdampak negatifpada biaya konsumsi, biaya mobilitas, pendapatan dan kemampuan pengembangan pendidikan oleh responden namun akibat alih fungsi lahan ini ternyata juga membawa dampak positif  bagi kehidupan petani, yakni bertambahnya kemampuan investasi responden. Sehingga dari hasil penelitian  disarankan bagi para petani yang telah mengalihfungsikan hendaknya segeramenginvestasikan hasil penjualan lahan dengan membeli barang-barang produktif dan bagi petani yang lain hendaknya jangan mudah melakukan alih fungsi terlebih karena bujukan orang lain.