SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Geografis Pengaruh Relokasi dan Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang

Yuliana Ristantya Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, Yuliana Ristantya. 2014. Analisis Geografis Pengaruh Relokasi dan Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M. S., M. Si, (II) Drs. Yusuf Suharto, M. Pd.

 

Kata Kunci: relokasi, revitalisasi, kondisi sosial, kondisi ekonomi.

 

Pada tahun 2009 Dispenda Kabupaten Trenggalek melakukan kebijakan untuk merelokasi dan merevitalisasi Pasar Pon dengan membagi pasar menjadi 2 lokasi yang berbeda. Setelah relokasi dan revitalisasi kondisi pasar baru menjadi sepi pengunjung dan skala pemasaran menyempit dari pasar induk menjadi pasar lokal.

Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan perbedaan kondisi fisik Pasar Pon sebelum dan setelah relokasi dan revitalisasi serta pengaruhnya terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang yang dikaitkan dengan aspek interaksi keruangan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Subyek penelitian adalah pedagang bahan makanan yang mengalami relokasi dan revitalisasi. Obyek yang diteliti adalah kondisi fisik pasar, kondisi sosial, dan kondisi ekonomi pedagang. Pengambilan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan tabulasi tunggal dan uji statistik Wilcoxon.

Berdasarkan analisis data diperoleh 3 hasil penelitian. Pertama kondisi fisik Pasar Pon baru lebih buruk daripada Pasar Pon lama jika dilihat dari kondisi fasilitas dan aksesibilitas yang tidak memiliki kesempatan lalu lintas ke segala arah. Kedua, kondisi sosial berupa interaksi antar pedagang setelah relokasi dan revitalisasi tidak berbeda karena jarak antara 2 lokasi pasar yang dekat serta sistem manajemen pasar yang menjadi satu. Kondisi keamanan di pasar baru lebih baik daripada di pasar lama karena pedagang sudah diberikan kios dan tetap memegang modal sosial untuk menjaga keleluasaan ruang gerak pengunjung demi faktor keamanan. Ketiga, kondisi ekonomi pedagang setelah relokasi dan revitalisasi mengalami penurunan karena faktor ketidaktepatan lokasi pasar baru, aksesibilitas yang buruk, fasilitas yang lebih buruk, serta ketidaktegasan pengelola pasar untuk merelokasi seluruh pedagang bahan makanan ke pasar baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah relokasi dan revitalisasi pasar yang tidak didasarkan pada ketepatan lokasi baru dan optimalisasi sistem pengelolaan pasar mempengaruhi kondisi sosial ekonomi pedagang.

Disarankan kepada Dispenda Kabupaten Trenggalek untuk merealisasikan kebijakan menyatukan kembali Pasar Pon ke area pasar baru, membuka akses ke pasar baru dari arah selatan dan timur, serta mempromosikan lokasi pasar. UPTD Pasar Pon disarankan untuk memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang kembali berjualan di pasar lama dan merelokasi seluruh pedagang bahan makanan ke pasar baru. Kepada pedagang di pasar baru disarankan untuk mematuhi tata tertib dan menjaga kebersihan pasar. Kepada peneliti lanjut disarankan untuk menyertakan perhitungan potensi penduduk untuk menganalisis ketepatan relokasi pasar.