SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 1 MA MA'ARIF BAKUNG UDANAWU BLITAR

ROISATUL LAILIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Lailiyah, Roisatul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geogafi Kelas XI IPS-1 MA Ma’arif Bakung Udanawu Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd, (II) Drs. Soetjipto TH, SH, M.Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray, Pemahaman konsep peserta didik

 

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan diketahui bahwa metode pembelajaran Geografi yang dilakukan di MA Ma’arif Bakung adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok kecil. Metode yang digunakan masih kurang melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga mengakibatkan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dalam kegiatan diskusi kelompok selama ini belum pernah diterapkan diskusi yang membangun pengembangan pengetahuan peserta didik yang menyebabkan pemahaman konsep peserta didik rendah. Pada observasi awal ini juga diperoleh data tentang nilai ulangan harian peserta didik pada materi antroposfer. Berdasarkan nilai ulangan harian tersebut terlihat bahwa pemahaman konsep peserta didik masih rendah yaitu sebesar 32% dan rata-rata kelasnya sebesar 70,8. Jumlah ketuntasan belajar peserta didik tersebut  kurang dari standar ketuntasan minimal (SKM) untuk mata pelajaran Geografi yaitu sebesar > 78. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS).

Penelitian ini dilaksanakan di MA Ma’arif Bakung, dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI IPS-1 yang berjumlah 38 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep Geografi dengan menerapkan  model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan yang dilaksanakan pada bulan Oktober dan November 2013.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep peserta didik dari 32% menjadi 79% pada siklus I dan 95% pada siklus II. Selain peningkatan tersebut, rata-rata kelas juga meningkat dari 70,8 menjadi 81,3 pada siklus I dan 83,3 pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman konsep Geografi setelah diterapkan model pembelajaran  Two Stay Two Stray (TSTS).

Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi guru geografi agar menggunakan model Two Stay Two Stray (TSTS) sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik serta pemberian handout terutama dalam mengatasi peserta didik yang sering membuat ramai dan gaduh, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dalam menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) diperlukan pengelolaan waktu yang tepat terutama pada tiap tahapan, agar penerapan model ini bisa berjalan lancar. Guru lebih memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dalam sesi presentasi agar materi yang dipresentasikan benar-benar jelas dan seluruh kelas paham. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas model pembelajaran Two Stay Two Stray  (TSTS) dengan subjek penelitian yang berbeda yang nantinya mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik.