SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Keterkaitan Faktor Demografi, Ekonomi, Sosial Budaya Terhadap Keputusan Bermigrasi Internasional (Tenaga Kerja Indonesia - TKI) Dan Pemanfaatan Remitensi Di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar

HILDA AYU KARINA

Abstrak


ABSTRAK

 

Karina, Hilda Ayu. 2013. Hubungan Keterkaitan Faktor Demografi, Ekonomi, Sosial Budaya Terhadap Keputusan Bermigrasi Internasional (Tenaga Kerja Indonesia - TKI) Dan Pemanfaatan Remitensi Di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budjanto M.sos, (II) Drs. M Yusuf Idris

Kata kunci: Demografi, Ekonomi, Sosial Budaya, Remitensi, TKI

 

Sulitnya mencari pekerjaan, rendahnya pendapatan, luas lahan garapan yang berkurang mendorong masyarakat di Kecamatan Kanigoro melakukan migrasi ke luar negeri untuk menjadi TKI. Setiap pelaku migrasi mempunyai faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan untuk bermigrasi ke luar negeri.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterkaitan faktor demografi, ekonomi dan sosial budaya terhadap pengambilan keputusan bermigrasi internasional (TKI) dan pemanfaatan remitensi di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Penelitian ini berupa penelitian descriptive dengan menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini para TKI di Kecamatan Kanigoro yang bekerja di luar negeri yang berjumlah 215 orang. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang dengan cara proporsional random sampling, dan sistematika random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tabulasi tunggal dan tabulasi silang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara umum faktor  yang mempengaruhi keputusan bermigrasi Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) untuk melakukan migrasi adalah usia mereka yang masih dalam usia produktif, sebagian besar para TKI berjenis kelamin perempuan dengan status perkawinan menunjukkan telah menikah, serta beban tanggungan keluarga yang sangat banyak . 2) Luas lahan garapan di daerah asal yang semakin menyempit, upah kerja di daerah asal tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta jenis pekerjaan di daerah asal kurang menjanjikan untuk mendapat upah yang maksimal. 3) Tingkat pendidikan sebagian besar  lulusan SMA, akan tetapi mereka tidak mempunyai pekerjaan tetap serta keterampilan yang dimliki kurang untuk bekerja di daerah asal .Alasan para TKI melakukan migrasi keluar negeri di  dorong dari keinginan para TKI sendiri yang ingin merubah nasib menjadi lebih baik. 4) Pemanfaatan remitensi oleh keluarga para TKI, sebagian besar dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Intensitas pengiriman remiten yang berupa uang tergolong tinggi karena para TKI  mengirimkan uang kepada keluarga yang di tinggalkan setiap beberapa bulan sekali. Para TKI akan mendapatkan gaji yang cukup besar, dengan masa potong gaji sesuai waktu yang disepakati.  Pemanfaatan remitensi yang dikirim para TKI dapat memperbaiki perekonomian kelurga, tetapi ada sisi negatif bagi  kelurga yang ditinggalnya para TKI tersebut. Sisi negatifnya antara lain perceraian, anak-anak para TKI akan menjadi anak nakal karena kurang perhatian dari orang tua, kehidupan sosial yang akan berubah, serta budaya yang dibawa para TKI terkadang kurang sesuai dengan budaya asal. Jadi faktor demografi, ekonomi, sosial budaya sangat signifikan mempengaruhi keputusan bermigrasi Internasional (TKI).