SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Ketimpangan Pendapatan Penambang Pasir di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang

DWI SULASTRI WAHYUNINGTYAS

Abstrak


ABSTRAK

           

Wahyuningtyas, Dwi Sulastri. 2013. Analisis Ketimpangan Pendapatan Pe-nambang Pasir Di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pem-bimbing: (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (2) Drs. Rudi Hartono, M. Si.

 

Kata Kunci: ketimpangan pendapatan, pendapatan penambang, penambang pasir.

 

Kegiatan rutin gunung semeru yang mengeluarkan material berupa pasir si sepanjang aliran lahar dijadikan sebagai areal pertambangan. Salah satunya yakni di Desa Bago Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajng. Di desa tersebut terdapat dua lokasi pertambangan yang berbeda yakni di sungai dan pantai. Penambang yang terlibat yakni pengeruk dan pengangkut pasir. Perbedaan pekerjaan tersebut mempengaruhi besar upah yang diterima oleh keduanya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan analisis ketimpangan pendapatan penambang pasir. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yakni kondisi geografis lokasi pertambangan, pendapatan penambang pasir pada dua lokasi yang berbeda, serta ketimpangan pendapatan yang terjadi.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu didapatkan sampel sebanyak 66 responden di Sungai Regoyo dan Pantai Bambang Desa Bago Kecamatan Pasirian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer maupun sekunder yakni menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui kesenjangan atau ketimpangan distribusi pendapatan penambang pasir yaitu dengan menggunakan rumus koefisien gini.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan kondisi geografis pada dua lokasi pertambangan yang berbeda yang mempengaruhi jam kerja dan curahan waktu yang digunakan oleh penambang. Kedua, pendapatan penambang pasir di lokasi pertambangan Pantai Bambang lebih tinggi jika di-bandingkan dengan penambang pasir di Sungai Regoyo. Ketiga, terdapat ketimpangan pendapatan penambang pasir (pengeruk dan pengangkut) di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang dengan kategori ketimpangan rendah.