SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kondisi Geografi Pantai Licin Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading, Malang.

Dicky Arinta

Abstrak


ABSTRAK

 

Arinta, Dicky. 2013. Evaluasi Kondisi Geografi Pantai Licin Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading, Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Komang Astina, M. S, Ph.D. (2) Drs. Johanis Paluin Buranda, M. Si

 

Kata Kunci: Evaluasi, Geografi, Pantai Licin

 

Sektor pariwisata Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian. Menurut Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Jawa Timur, angka kunjungan wisata pada tahun 2010 mencapai 24 juta wisatawan, baik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Angka tersebut terus meningkat dengan pertumbuhan sekitar 10% per tahun (Bappeda Jawa Timur, 2010).  Berdasarkan data tersebut maka Provinsi Jawa Timur mulai mencoba memperkenalkan progam Visit East Java untuk memperkenalkan objek wisata yang berada di Jawa Timur. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten yang mengikuti  program Visit East Java  untuk memperkenalkan objek wisata. Pantai Licin termasuk dalam kategori pantai yang akan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Pengembangan ini terdapat dalam rencana tata ruang wilayah Kabupaten Malang Tahun 2010. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi yang dimiliki Pantai Licin berdasarkan kondisi geografi sebagai daerah tujuan wisata.

Penelitian ini bermanfaat untuk (1) informasi untuk mendukung perencanaan pengembangan objek wisata Pantai Licin  (2) informasi tentang adanya potensi pantai yang belum dikembangkan dan diharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan objek wisata Pantai Licin.

Jenis penelitian ini adalah survei. Subyek penelitian ini adalah obyek wisata Pantai Licin dan masyarakat Pantai Licin. Data primer diperoleh dari dari pengukuran lapangan, observasi, dan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Balai Pusat Statistik dan Bappeda. Pengukuran lapangan dan observasi dilakukan dengan  mengambil tiga titik. Data persepsi digunakan untuk mengetahui kesiapan masyarakat apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata. Data diambil dengan menggunakan teknik kuota sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu scoring dan tabulasi.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh dua simpulan berikut.(1) kondisi fisik Pantai Licin tergolong sesuai berdasarkan indeks kesesuaian wisata. (2) kondisi non-fisik yang meliputi persepsi masyarakat tergolong setuju apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata.