SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi siswa sma

Rahmawati .

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi Siswa SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd, (II) Drs. J.P. Buranda, M.Si

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, kemampuan berpikir analitis

 

Pada pembelajaran geografi di SMA siswa banyak dituntut untuk berpikir tingkat tinggi salah satunya yaitu berpikir analitis. Pada kenyataannya, sedikit siswa yang memiliki kemampuan berpikir analitis di mata pelajaran geografi karena siswa masih cenderung banyak menghafalkan materi, bukan memahami sehingga kemampuan berpikir analitis mereka kurang terlatih. Salah satu model pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir analitis siswa dalam pelajaran geografi adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini termasuk dalam quasi eksperiment. Penelitian dilaksanakan di SMA Brawijaya Smart School Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan nonequivalent pretest-posttest control group design. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Statistik Parametrik dengan bantuan SPSS  16.0 for windows. Instrumen Penelitian menggunakan soal essai yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan.

Kemampuan awal siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol tidak jauh berbeda, yaitu nilai rata-rata 51,00 kelas eksperimen, sementara nilai rata-rata 53,00 untuk kelas kontrol. Setelah kelas eksperimen diberi perlakuan model PBL dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional yang berupa tanya jawab, pemberian LKS dan menggunakan power point, kedua kelas mengalami peningkatan nilai kemampuan berpikir analitis. Rata-rata gain score kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 23,42 sementara kelas kontrol sebesar 12,15. Berdasarkan hasil analisis T-test diketahui bahwa kemampuan berpikir analitis geografi siswa sebesar 0,010 atau