SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN AKTIVITAS PENAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C DI KABUPATEN PASURUAN

Frenky Dwi Ari

Abstrak


ABSTRAK

 

Ari, Frenky Dwi. 2013. Analisis Tingkat Kerusakan Lingkungan Aktivitas Penambangan Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ach Amirudin, M.Pd. (2) Purwanto, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: tingkat kerusakan lingkungan, penambangan, bahan galian golongan C

 

Potensi bahan galian golongan sangat besar menyebabkan banyaknya Izin Usaha Pertambangan yang melakukan aktivitas pertambangan di Kabupaten Pasuruan. Aktivitas pertambangan di lakukan oleh perusahaan maupun masyarakat lokal menggunakan metode tambang terbuka (open cut mining) dengan memanfaatkan alat-alat mekanis. Kegiatan penambangan tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan seperti kerusakan tubuh tanah, hilangnya vegetasi penutup, berubahnya topografi, dan kerusakan fasilitas transportasi atau jalan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan lingkungan serta arahan konservasi (reklamasi) pada aktivitas penambangan bahan galian golongan C pada lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Kabupaten Pasuruan. Jenis peneltian ini adalah penelitian survey dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran langsung. Objek penelitian adalah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Pasuruan tahun 2013 sebanyak 17 lokasi. Lokasi-lokasi tersebut terletak di Kecamatan Nguling, Kejayan, Beji, Pasrepan, Gempol dan Winongan. Jenis data berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan cara observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Data mengenai kerusakan lingkungan didapat dari hasil survei kemudian dianalisis menggunakan cara pengharkatan (scoring)berdasarkan kriteria Kerusakan Lingkungan Hidup nomor : KEP-43/MENLH/10/1996 tahun 1996. Pengharkatan dilakukan pada masing-masing variabel tingkat kerusakan. Variabeltingkatkerusakan yang dimaksudadalahteknikpenambangan, kecepatan penambangan, kedalaman tebing galian, batas tepi galian, luas lubang galian, perbedaan relief dasar galian, sifat batuan penyusun tebing galian, kemiringan tebing galian, pengelolaan top soil dan overburden, tutupan vegetasi, dan upaya reklamasi. Setelah di ketahui tingkat kerusakan lingkungan pada masing-masing lokasi maka di identivikasi faktor perusak lingkungan serta arahan konservasi (reklamasi) pada lahan bekas galian.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa enam lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) bahan galian golongan C di Kabupaten Pasuruan mempunyai tingkat kerusakan lingkungan kategori sangat berat dan sebelas lokasi mempunyai tingkat kerusakan lingkungan kategori berat. Arahan konservasi (reklamasi) untuk tujuh belas lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) bahan galian golongan C di Kabupaten Pasuruan adalah peruntukan lahan pertanian. Pengusaha tambang maupun pemerintah setempat harus mengetahui kaedah penambangan yang baik dan benar berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: KEP-43/MENLH/10/1996 dan mengimplementasikannya ke dalam proses penambangan sehingga dapat meminimalisir kerusakan lingkungan.