SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pengembangan Pertanian Apel sebagai Agrowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Ricki Cahyo Prastyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Prastyo, Ricki Cahyo. 2013. Analisis Pengembangan Pertanian Apel sebagai Agrowisata di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Satti Wagistina, S.P, M.Si, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: pertanian apel, agrowisata, Kecamatan Bumiaji

 

Pertanian apel merupakan pertanian yang menjadi ciri khas di Kota Batu. Syarat hidupnya yang sesuai dengan kondisi geografis Kota Batu yakni di Kecamatan Bumiaji menjadi keunggulan komparatif wilayah ini. Seiring berkembangnya Kota Batu menjadi wilayah kunjungan wisata yang berkembang pesat, para petani apel mulai mengembangkan agrowisata petik apel. Daya tarik yang ditawarkan adalah pesona alam saat memetik apel di kebun petani. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, kunjungan wisatawan petik apel terus bertambah,padahallahan yang digunakan untuk kebun wisata petik apel adalah kebun alami yang belum dibentuk sedemikian rupa. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai pengembangan pertanian yang dilakukan oleh para petani apel yang diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan pertanian lainnya.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa aspek yakni pertanian apel, sumber daya manusia, sarana & prasarana, dan tanggapan wisatawan terhadap agrowisata petik apel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang berupa hasil wawancara dengan petani apel dan hasil angket dari wisatawan. Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak seratus responden dari wisatawan petik apel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Data dianalisis dengan menggunakan teknik tabulasi tunggal.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pengembangan pertanian apel dilakukan dengan tetap menjaga keasrian alam yakni kebun para petani apel tanpa dilakukan penambahan sarana lain. Hal tersebut dikarenakan keasrian kebun apel merupakan daya tarik utama wisata. Keindahan alam (natural landscape) yang belum dibangun sedemikian rupa adalah daya tarik tersendiri para wisatawan terutama dari daerah perkotaan yang memang ingin merasakan menjadi petani. Pengembangan wisata mengacu pada ekonomi kerakyatan, yakni mengem-bangakan wisata bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat lokal baik itu petani apel maupun penduduk di sekitar wisata.

Kedua, tanggapan wisatawan secara keseluruhan menilai cukup baik yakni dengan skor 2172. Skor tersebut diperoleh dari beberapa aspek yaitu dari segi kondisi kebun, kualitas keindahan, fasilitas yang ditawarkan, pelayanan, hingga kualitas apel. Melalui analisis tersebut, diharapkan dapat menjadi masukan kepada kelompok tani apel agar lebih mengembangkan agrowisata petik apel karena masih memiliki beberapa kekurangan. Selain itu, pemerintah melalui Dinas Pariwisata agar lebih mengembangkan potensi pertanian yang lain menjadi agrowisata dan saling terintegrasi, sehingga memberikan atraksi agrowisata yang lebih beragam.