SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi Siswa MA

Susi Wahyuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuni, Susi. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Analitis pada Mata Pelajaran Geografi Siswa MA. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd, (II) Drs. Budijanto, M.Sos.

 

Kata Kunci: model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, berpikir analitis

 

Dalam pembelajaran geografi, banyak terdapat kajian mengenai konsep yang bersifat abstrak dan kongkret, sehingga dalam mempelajari geografi tidak cukup hanya melalui kegiatan membaca dan menghafal materi saja, tetapi memerlukan pemahaman yang mendalam. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan intelektual dan membantu siswa membangun pengetahuannya serta melatih kemampuan siswa dalam berpikir analitis adalah model pembelajaran Inkuiri Terbimbing.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design. Subjek penelitian ini siswa kelas XI IPS MA Negeri Wlingi yang terdiri dari lima kelas sebagai populasi penelitian, sedangkan sampelnya kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Setiap kelas yang menjadi subjek penelitian tersebut terdiri dari 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes subjektif yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir analitis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing lebih tinggi daripada menggunakan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran geografi kelas XI IPS MA Negeri Wlingi. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan rata-rata tambahan kemampuan berpikir analitis (gain score). Siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing memiliki rata-rata tambahan nilai (gain score) 34,67, sementara yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional memiliki rata-rata tambahan nilai (gain score) 24,33. Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa, dapat dilihat dari nilai sig  p-value lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,016. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis pada pembelajaran geografi siswa kelas XI IPS MA Negeri Wlingi.

Saran yang dapat diberikan kepada sekolah, guru, dan peneliti lanjutan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa antara lain: (1) Bagi sekolah disarankan agar menganjurkan kepada guru untuk menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan cara memberikan pengetahuan kepada guru melalui pelatihan atau seminar dan Lesson Study; (2) Bagi guru geografi dapat menggunakan model Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan berpikir analitis siswa. Guru dalam menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing harus benar-benar mendampingi dan membimbing siswa didalam kelompok maupun individu dalam kegiatan merumuskan masalah dan hipotesis serta menguji hipotesis agar siswa tidak bingung; (3) Bagi peneliti lanjut disarankan dapat mengelola waktu dengan baik serta dapat mencoba mengkombinasikan model Inkuiri Terbimbing dengan model yang lain.