SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN EKONOMI PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI KABUPATEN SITUBONDO

Hendi Cahyo Purnama

Abstrak


ABSTRAK

 

Hendi, Cahyo Purnama. 2013. Karakteristik Sosiodemografi dan Ekonomi Pekerja Seks Komersil (PSK) di Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Satti Wagistina, SP, M.si

 

Kata kunci: Pekerja Seks Komersial (PSK), Karakteristik Sosial, Demografi dan Karakteristik Ekonomi.

 

Lokasi prostitusi Gunung Sampan di Desa Kotakan merupakan salah satu lokasi prostitusi yang terbesar di Kabupaten Situbondo, dimana banyak mempekerjakan pekerja seks komersial (PSK) yang jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Rendahnya tingkat pendidikan di Situbondo dan tingginya angka kemiskinan yang ada banyak orang memilih jalan pintas menjadi PSK dengan berbagai alasan dan motivasi yang menuntut untuk menjadi PSK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi demografi, sosial, ekonomi,

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, Dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari 55 PSK yang berlokalisasi di Gunung Sampan Desa Kotakan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, wawancara dan dokumentasi

Hasil penelitian yang diperoleh adalah ; (1) Karakteristik Sosial Pekerja Seks Komersial di Lokalisasi Gunung Sampan tingkat pendidikan PSK rata-rata hanya sampai SD sebesar 40%, agama yang dianut adalah agama Islam sebesar 96% dan Pekerja Seks Komersial rata-rata tidak melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya sebesar 82% ; (2) Karakteristik Demografi PSK di Lokalisasi Gunung Sampan rata-rata memiliki umur 21-25 tahun sebesar 50%, status perkawinan adalah janda sebesar 76%, beban tanggungan yang dimiliki PSK sebanyak 1-2 orang sebesar 80% ; (3) Karakteristik Ekonomi PSK di Lokalisasi Gunung Sampan rata-rata pekerjaan didaerah asal sebagai buruh tani sebesar 42% dengan pendapatan rendah dibawah Rp. 500.000 sebesar 84%, pendapatan PSK di Lokalisasi Gunung Sampan diatas Rp.2000.000 sebesar 56%.

Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah diharapkan PSK sebaiknya belajar keterampilan untuk bekal keluar dari lokalisasi, PSK diharapkan selalu memakai pengaman saat melayani pelanggan, dan program dari pemerintah harus segera direalisasikan ke Lokalisasi Gunung Sampan tentang pemberian modal dan pemulangan PSK yang berasal dari luar kota.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

Hendi, Cahyo Purnama. 2013. Sociodemographic and Economic Characteristics of Commercial Sex Workers (CSW) in the district of Situbondo. Thesis, Department of Geography, State University of Malang FIS. Advisors (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, Msi (II) Satti Wagistina, SP, Msi.

 

Keywords: commercial sex workers, Social Characteristics, Demographic and Economic Characteristic.

 

Prostitution Gunung Sampan in the village of compartmentalization is one of the largest prostitution Situbondo, which employs many commercial sex workers are increasing in number every year. Low levels of education and high rates of poverty Situbondo that there are a lot of people choose shortcuts become prostitutes for various reasons and motivations are demanding to become prostitutes. The purpose of this study was to determine the demographic, social, economic,

This research is quantitative descriptive study, the survey method. Research subjects consisted of 55 prostitutes who localization in Gunung Sampan Village Situbondo district. Techniques of data collection by observation, interview and documentation.

The results obtained are: (1) Social Characteristics of Commercial Sex Workers in Localization Gunung Sampan CSW education level on average only up by 40% SD, religion is the religion of Islam by 96% and commercial sex workers on average do not perform worship according to the belief of 82%, (2) Demographic Characteristics CSW in Localization Gunung Sampan have an average age of 21-25 years by 50%, marital status is widowed by 76%, which is owned CSW dependency of 1-2 people for 80 %, (3) Economic characteristics Localization Gunung Sampan CSW in the average area of origin work as farm laborers by 42% with incomes lower than Rp. 500,000 by 84%, revenue prostitutes in Gunung Sampan Localization Rp.2000.000 above 56%.

The advice given is based on the results of this study are expected to commercial sex workers should learn skills for provision out of the brothels, commercial sex workers are expected to always wear safety when serving customers, and programs of the government must be realized to the localization of Gunung Sampan provision of capital and repatriation of commercial sex workers who come from out of town.